PALEMBANG –
**Borneonews - Ogan Komering Ulu**, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang terletak di Sumatera Selatan, sedang melaksanakan pengujian sampel terhadap pangan segar yang berasal dari tumbuhan. Uji sampel ini dilakukan di pasar ritel yang ada di wilayah tersebut dengan tujuan untuk mendeteksi kandungan *formalin* dan pestisida yang mungkin terdapat dalam produk pangan. Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP OKU, Alponi, menjelaskan bahwa sampel diambil dari para pedagang buah-buahan dan sayur-sayuran yang berjualan di Hypermart Citimall Baturaja. Dia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah puluhan sampel sayuran dan buah segar yang telah diambil dari lokasi tersebut untuk diuji lebih lanjut. Sampel pangan segar yang diambil antara lain mencakup buah alpukat, anggur, buah naga, jeruk Medan, pear, serta berbagai jenis sayuran seperti kubis, buncis, labu siam, pare, dan kentang. Pengujian ini difokuskan pada beberapa parameter, termasuk residu pestisida, kandungan logam berat, serta mikrobiologi dari bahan pangan tersebut. Uji sampel dilakukan dengan memanfaatkan alat *rapid test kit* yang merupakan bantuan dari Badan Pangan Nasional (BPN) Republik Indonesia. Alat ini memungkinkan hasil pengujian dapat diperoleh dengan cepat, sehingga pihak berwenang bisa segera mengambil langkah tindak lanjut jika adanya temuan yang mencurigakan. Alponi menekankan bahwa tujuan dari uji sampel pangan segar ini adalah untuk mencegah peredaran pangan yang tidak memenuhi standar. Hal ini penting untuk diwaspadai mengingat faktor-faktor seperti pemupukan yang berlebihan dan penggunaan pengawet pada buah-buahan dapat membahayakan kesehatan masyarakat jika konsumsinya tidak terkontrol. Apabila ditemukan makanan yang tidak aman untuk dikonsumsi, pihak petugas akan melakukan penarikan dari peredaran. Langkah ini diambil agar masyarakat Kabupaten OKU bisa menikmati pangan yang sehat dan berkualitas. Hingga saat ini, Alponi mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan dari beberapa sampel yang telah diuji menunjukkan hasil negatif, yang berarti tidak terdapat bahan berbahaya dalam produk pangan yang diuji. ANTARA