PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Jakarta – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng mengklaim, program dan kegiatan kelautan dan perikanan Kalteng, mendukung arah dan kebijakan pusat dalam rangka implementasi ekonomi biru.

Plh Kepala Dislutkan, Nita Fera mengatakan, implementasi ekonomi biru tersebut mulai dari Pelabuhan Perikanan di UPT Pelabuhan Perikanan Jelai.

Kemudian, UPT Pelabuhan Perikanan Kumai dan UPT Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang, Kawasan Tambak Udang Vaname di Desa Sei Raja, Kabupaten Sukamara.

“Serta pengembangan potensi tambak udang di Kalimantan Tengah melalui pengembangan kawasan dan fasilitasi kewirausahaan,” ungkap Nita dalam audiensi bersama Bappenas RI, di Jakarta, baru baru ini. 

Ia menyampaikan, kegiatan audiensi bertujuan untuk mendukung pencapaian target produksi udang nasional sebesar dua juta ton dengan tujuan agar Indonesia mendukung suplai pangan dunia.

--page

Hal ini ditunjukkan oleh nilai pasar perikanan dunia yang diproyeksi akan terus mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 6,52% dari USD 269,3 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 419,09 miliar pada tahun 2030.

“Peningkatan produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang berkontribusi pada peningkatan PDRB sektor kelautan dan perikanan, dan peningkatan investasi perikanan,” beber Nita. (HERMAWAN DP/Y)