**Borneonews - Makassar**, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Palopo telah menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyelenggarakan edukasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), lurah, serta anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas di daerah setempat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Palopo, Ilham Hamid, menyampaikan bahwa edukasi dan pemahaman mengenai literasi keuangan serta inklusi keuangan merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan dalam masyarakat tidak hanya akan berkontribusi terhadap kesejahteraan finansial masing-masing individu, tetapi juga akan berperan dalam pembangunan Kota Palopo yang lebih maju dan sejahtera.
Ilham menjelaskan bahwa edukasi keuangan tersebut sangat menguntungkan bagi setiap individu. Pemahaman yang baik tentang literasi keuangan dapat membantu masyarakat dalam merencanakan keuangan dengan lebih efektif. Ia menekankan pentingnya pengetahuan yang baik dalam hal ini, yang dapat mencegah mereka terjerat dalam pinjaman daring ilegal dan skema investasi bodong. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat dapat memilih produk dan layanan jasa keuangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Lebih lanjut, Ilham mengungkapkan bahwa TPAKD Kota Palopo akan terus berupaya melakukan sosialisasi mengenai realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap KUR adalah suatu langkah strategis yang menjadi bagian dari program untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Amiruddin Muhidu, menekankan bahwa literasi keuangan adalah ukuran dari pemahaman seseorang tentang berbagai produk dan layanan di sektor jasa keuangan. Setelah mencapai tingkat literasi keuangan yang baik, diharapkan setiap individu dapat memilih produk atau layanan keuangan yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Amiruddin juga menjelaskan bahwa inklusi keuangan berkaitan dengan pemanfaatan layanan keuangan yang tepat bagi setiap orang, sehingga mereka dapat mengoptimalkan potensi keuangan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ANTARA
Edukasi Keuangan bagi ASN dan Babinsa di Palopo untuk Kesejahteraan
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







