JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), Utut Adianto, mengungkapkan bahwa banyak pecatur muda di Indonesia yang masih menunjukkan sikap gegabah dalam menghadapi tantangan dalam cabang olahraga catur. Menurutnya, salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keinginan para pecatur muda untuk mencapai kesuksesan dengan cepat, padahal catur merupakan olahraga yang tidak dapat dipercepat prosesnya. Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Utut menekankan bahwa permainan catur sangat erat kaitannya dengan kemampuan dalam menangani momen-momen kritis. Kemampuan tersebut, lanjutnya, hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan praktik yang konsisten di lapangan. Dia menegaskan bahwa tidak mungkin seseorang dapat langsung menjadi ahli tanpa menjalani proses belajar yang cukup. Kehadiran pecatur muda yang mendominasi dalam acara JAPFA Chess Festival 2024 di Wisma Serbaguna GBK Senayan, Jakarta, menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam regenerasi catur di tanah air. Utut memberikan pesan kepada para pecatur muda untuk lebih menikmati proses pembelajaran dan meningkatkan dedikasi mereka dalam menekuni bidang ini. Utut, yang pernah meraih gelar Grand Master Super dari 1995 hingga 1999 dengan peringkat ELO di atas 2600, memiliki impian yang besar. Ia bercita-cita untuk melahirkan pecatur Indonesia yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga dapat bersaing sebagai juara dunia. Menurut Utut, dengan banyaknya anak-anak berbakat yang terlibat dalam catur saat ini, sangat mungkin bagi Indonesia untuk memiliki juara dunia sejati, seperti Garry Kasparov atau Magnus Carlsen, bukan hanya juara dalam kategori usia. Dengan harapan yang kuat ini, Utut mendorong masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mendukung pengembangan catur di Indonesia, agar dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi di tingkat internasional. ANTARA