**Borneonews - Palu**, Tiga mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu mengalami kejadian tidak menyenangkan saat demonstrasi untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah, pada hari Jumat.
Menurut keterangan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad, Sagaf, salah satu dari mahasiswa tersebut saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengalami cedera tersebut merupakan mahasiswa baru dari Fakultas Kehutanan Untad. Sementara itu, satu mahasiswa lainnya dilaporkan telah kembali ke tempat tinggalnya setelah menerima perawatan.
Sagaf menambahkan bahwa kondisi mahasiswa yang sedang dirawat sudah sadar dan kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Mahasiswa tersebut sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dalam keadaan tidak sadar. "Saya telah berkomunikasi dengan korban dan menegaskan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan seoptimal mungkin," ujarnya.
Sementara itu, seorang mahasiswa lain yang diduga mengalami pukulan di bagian telinga juga dirawat di Rumah Sakit Undata Palu. Sagaf kembali menegaskan pentingnya pihak rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada seluruh korban.
Aksi kawal putusan MK yang diikuti oleh aliansi mahasiswa se-Kota Palu berlangsung dengan situasi yang tegang. Pukul 15.40 WITA, massa yang menginginkan untuk memasuki gedung DPRD Sulteng dihadang oleh aparat kepolisian. Dalam upaya membubarkan demonstran, pihak kepolisian menggunakan *water cannon*, serta menembakkan gas air mata dan beberapa kali tembakan peringatan.
Ratusan petugas berpakaian lengkap, didukung dengan kendaraan taktis, berusaha untuk mengusir massa aksi dari lokasi tersebut. Tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak hanya berdampak pada mahasiswa, tetapi juga mengenai masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Salah seorang karyawan dari warung makan setempat bahkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat pingsan setelah terpapar gas air mata yang digunakan untuk membubarkan aksi tersebut.
ANTARA
Tragedi Unjuk Rasa, Mahasiswa Untad Jadi Korban Gas Air Mata
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Komentar (0)
Memuat komentar…







