**Borneonews - Batam**, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam di Kepulauan Riau baru-baru ini mengadakan sebuah aksi damai di depan Gedung DPRD Batam. Aksi tersebut berlangsung pada malam Jumat dan bertujuan untuk menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan akan kondisi bangsa.
Aksi damai ini dihadiri oleh sejumlah jurnalis yang berasal dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun platform online yang beroperasi di Kota Batam. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengangkat poster yang berisi slogan-slogan dengan tanda pagar seperti *#kawalputusanmk* dan *#tolakpemiluakal-akalan*.
Selama aksi berlangsung, para jurnalis terlihat duduk di trotoar sambil memegang poster dan menyalakan lilin yang rapi di atas trotoar sebagai simbol harapan dan perlawanan. Selain melakukan orasi, mereka juga membacakan puisi yang berisi tema perjuangan dan penegakan demokrasi secara bergantian.
Ketua Bidang Advokasi AJI Batam, Alamuddin, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya yang menentang RUU Pilkada. Ia menyatakan, meski pengesahan RUU Pilkada saat ini ditunda, ada kekhawatiran bahwa RUU tersebut akan disahkan dalam waktu dekat.
Alamuddin menegaskan pentingnya AJI Batam, AJI Indonesia, dan AJI Jakarta untuk mengawal perjuangan ini agar pengesahan RUU Pilkada tetap dapat ditolak. "DPR RI telah menyatakan bahwa RUU ini tidak akan disahkan dalam waktu dekat, namun kami tetap khawatir akan adanya perubahan keputusan. AJI akan berkolaborasi dengan masyarakat dan elemen lainnya untuk menjaga momentum perjuangan demokrasi ini," tuturnya.
Lilin yang dinyalakan dalam aksi simbolik ini juga dipersembahkan sebagai ungkapan belasungkawa terhadap kondisi demokrasi yang dianggap memprihatinkan saat ini. Para jurnalis dalam aksi tersebut berharap bahwa aparat kepolisian yang bertugas dalam pengamanan akan bersikap bijaksana dan tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran, khususnya yang berasal dari kalangan jurnalis.
Dari sisi kepolisian, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Heribertus Ompusunggu telah memberikan instruksi kepada anggotanya untuk melakukan pengamanan dengan cara yang humanis, menggunakan pendekatan persuasif tanpa menghilangkan ketegasan saat mengawasi aksi. Ia juga mengharap agar seluruh aparat menjalankan tugas sesuai dengan prosedur operasional tetap (SOP) dan memastikan bahwa situasi tetap aman dan kondusif.
Heribertus menekankan pentingnya untuk tidak terprovokasi dan menjaga interaksi yang baik dengan para demonstran. "Semua harus berada dalam satu komando, tidak ada tindakan individual. Hadapi para pendemo dengan sikap ramah dan jangan mudah terpicu emosi," ujarnya.
Polresta Barelang juga sebelumnya telah mengikuti pelaksanaan unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa untuk kedaulatan rakyat (AMUKRA) di kantor DPRD siang hari.
ANTARA
AJI Batam Gelar Aksi Damai Tolak RUU Pilkada di Depan DPRD
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







