JAKARTA –
**Borneonews - Jawa Tengah**, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengerahkan seluruh kader di lapangan demi kemenangan pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah. “Saya menghimbau seluruh kader, relawan, dan simpatisan untuk bergerak bersama-sama dengan satu tujuan, yaitu memenangkan pasangan Ahmad Luthfi dan Gus Taj Yasin,” jelas Sudaryono saat ditemui di kantor DPP Gerindra di Ragunan, Jakarta Selatan. Dukungan resmi dari partai akan diberikan melalui penyerahan surat dukungan B1-KWK, sebuah dokumen yang menyatakan dukungan bagi Ahmad Luthfi dan Gus Yasin. Surat ini akan dibawa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi untuk dilengkapi dalam proses pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Dengan adanya kerjasama antara relawan di daerah, kader dari lapangan, dan dukungan dari mesin politik Koalisi Indonesia Maju (KIM), Sudaryono optimis bahwa pasangan ini akan meraih jumlah suara yang signifikan di wilayah Jawa Tengah. Ahmad Luthfi, yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi dan Kapolda Jawa Tengah, merasa siap untuk bertarung bersama Gus Yasin dalam Pilkada mendatang. Dia juga mengekspresikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Partai Gerindra. Saat ini, Ahmad Luthfi tengah mempersiapkan dokumen-dokumen administrasi yang diperlukan untuk diserahkan ke KPU Jawa Tengah, sebagai langkah awal pendaftaran sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Dia mengarahkan perhatian pada tanggal 29 Agustus, ketika pendaftaran ke KPU dijadwalkan berlangsung. Sebelum memasuki dunia politik dan pilkada, Ahmad Luthfi dikenal luas di masyarakat saat memegang jabatan Kapolda. Popularitasnya terus meningkat, sehingga namanya semakin mencuat sebagai kandidat untuk posisi calon gubernur Jawa Tengah. Baru-baru ini, di tengah isu pengusungannya, Ahmad Luthfi mendapatkan promosi jabatan menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) dan berpindah ke posisi sebagai Irjen di Kementerian Perdagangan. Ia menegaskan akan mengundurkan diri dari kepolisian setelah KPU menetapkannya sebagai calon gubernur pada 22 September 2024 mendatang. ANTARA