BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) telah memutuskan untuk mengerahkan sebanyak 6.466 personel demi menjaga keamanan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 27 November 2024. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto, menyampaikan informasi ini dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Banjarbaru. Menurutnya, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari *Operasi Mantap Praja Intan 2024*, yang khusus dirancang untuk pengamanan pelaksanaan pilkada. Dalam upaya meningkatkan kekuatan pengamanan, Polda Kalsel tidak hanya mengandalkan anggota kepolisian, tetapi juga menggandeng unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemerintah Daerah, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat tim keamanan serta menciptakan situasi yang kondusif selama proses pemungutan suara. Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas di lapangan. Ia meminta agar segenap jajaran kepolisian dapat bekerja sama dengan seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga kelancaran pilkada. Harapannya, pelaksanaan tahapan pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat berlangsung tanpa masalah, dan masyarakat pun bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan. Winarto mengajak semua pihak yang terlibat dalam proses ini untuk menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab demi mencapai kesuksesan pilkada. Selain itu, terkait dengan potensi eskalasi politik di luar Kalimantan Selatan, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan tersebut. Meskipun saat ini keadaan di wilayahnya tetap aman dan terkendali, kewaspadaan tetap harus dijaga agar bisa merespons dengan cepat jika diperlukan. ANTARA