BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi,** Puluhan warga di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengambil tindakan tegas dengan membongkar puluhan makam yang dianggap keramat namun ternyata palsu. Makam-makam ini terletak tidak jauh dari Hotel Inna Samudera Beach di Desa Citepus, dan diduga dibangun oleh individu yang mengaku berasal dari Banten. Kepala Desa Citepus, Koswara, menjelaskan bahwa tindakan warga ini merupakan respons terhadap keresahan dan kekhawatiran akan potensi dampak negatif terhadap akidah masyarakat. Ia menegaskan keberadaan makam dan bangunan yang diduga sebagai padepokan itu dianggap mencurigakan. “Pembongkaran hari ini dilatarbelakangi oleh rasa cemas warga yang merasa bahwa hal ini dapat menimbulkan praktik sesat,” ujarnya. Koswara menambahkan, makam-makam ini sempat menjadi sorotan di media sosial, mengejutkan masyarakat setempat yang selama ini tidak mengetahui adanya makam keramat di daerah mereka. Informasi mengenai keberadaan makam tersebut baru terungkap baru-baru ini, dan warga tidak terima mengetahui bahwa ada upaya membangun makam secara sengaja tanpa izin. Makam tersebut tidak berisi jenazah, melainkan lebih kepada petilasan atau tempat yang dianggap sebagai singgah. Sebagian informasi menyebutkan bahwa tempat ini diklaim sebagai bekas petilasan Prabu Siliwangi. Penggagas pembangunan makam tersebut mengaku menerima *wangsit* untuk merealisasikannya, dengan cara menggunduk tanah sehingga menyerupai makam. Koswara juga menjelaskan bahwa orang yang membangun makam tersebut menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk berziarah kepada leluhur serta menyusuri jejak sejarah Prabu Siliwangi. Namun, pengakuan tersebut adalah alasan yang membuat warga geram, sehingga mereka secara spontan melakukan pembongkaran tanpa menunggu instruksi dari pihak manapun. Kekhawatiran yang mendalam dari masyarakat muncul akibat adanya dugaan ajaran sesat dan praktik perdukunan. Keputusan untuk membongkar makam keramat palsu ini diambil untuk menjaga kestabilan nilai-nilai keagamaan di wilayah tersebut. Sementara itu, Peltu Amad dari Bhabinsa Citepus Koramil Palabuhanratu memberikan keterangan bahwa keberadaan tempat ziarah ilegal ini telah membuat warga berang. Mereka merasa dipermainkan oleh puluhan makam yang dibangun tanpa tujuan yang jelas. Setidaknya, laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti, dengan permintaan klarifikasi kepada individu yang membangun makam tersebut. Namun, respon dari pembangun makam tersebut disampaikan dengan tidak memuaskan. Warga merasa bahwa jawabannya tidak jelas dan dia tidak memiliki izin untuk mendirikan bangunan tersebut. Dalam upaya untuk meredakan ketegangan di antara warga, aparat keamanan dari Polsek Palabuhanratu dan Polres Sukabumi dikerahkan untuk mencegah terulangnya aksi main hakim sendiri. Saat ini, makam dan padepokan tersebut telah berhasil dibongkar oleh warga. Pihak kepolisian telah mengamankan individu yang membangun makam palsu tersebut, dan kini situasi di lokasi tersebut kembali kondusif. ANTARA