JAKARTA –
**Borneonews - Magelang**, PT Jaminan Kredit Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Jamkrindo, telah menyalurkan fasilitas pendukung kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam bidang peternakan lebah di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Dalam sebuah acara media gathering yang berlangsung pada hari Jumat, Direktur Utama Jamkrindo, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menerapkan prinsip *creating shared value* (CSV). Prinsip ini menekankan pada penciptaan nilai ekonomi bersamaan dengan nilai sosial, yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas. Bantuan tersebut disalurkan kepada Kelompok Peternak Lebah Madu Sumber Nektar. Selain fasilitas pendukung untuk usaha, kelompok ini juga telah menerima dukungan berupa fasilitas pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil (PUMK), serta mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Jamkrindo. Akhmad menjelaskan bahwa program pendampingan yang ditawarkan oleh Jamkrindo kepada UMKM mencakup berbagai bentuk, seperti *coaching clinic*, pelatihan teknik fotografi untuk produk, optimalisasi penggunaan media sosial dalam bisnis, pelatihan tentang legalitas usaha, serta kelas bisnis bagi pelaku UMKM. Jamkrindo tidak hanya fokus pada pendampingan di tingkat lokal, tetapi juga berupaya meningkatkan eksposur UMKM yang dibinanya melalui partisipasi dalam pameran berskala nasional dan internasional. Hingga kini, sejumlah UMKM yang menjadi binaan Jamkrindo telah berkesempatan untuk mengikuti pameran di negara-negara seperti Malaysia, Korea, Turki, dan Belanda, yang tentunya memberikan peluang untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Dalam konteks lebih luas, Akhmad menjelaskan bahwa program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh perusahaan berfokus pada upaya pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, di luar inisiatif TJSL, Jamkrindo juga aktif memberikan penjaminan kepada UMKM, dengan total volume penjaminan yang telah tercatat mencapai Rp148,36 triliun pada semester I-2024. Jumlah debitur yang terjamin telah mencapai 3,89 juta UMKM. Sebagai lembaga penjaminan, Jamkrindo memiliki peran penting dalam menjembatani akses pembiayaan bagi UMKM yang memiliki potensi dan prospek usaha yang baik. Diharapkan, dukungan serta penjaminan yang diberikan oleh perusahaan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di masyarakat. ANTARA