**Borneonews - Labuan Bajo**, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan simulasi sistem pengamanan kota, atau yang dikenal dengan istilah *sispamkota*, sebagai upaya untuk memastikan kesiapan aparat keamanan dalam menghadapi potensi gangguan selama pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2024.
Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen negara dalam menjamin keamanan serta mendukung kelancaran penyelenggaraan Pilkada serentak 2024. Ia menyampaikan hal ini dalam satu presentasi yang diterima di Labuan Bajo.
Simulasi *sispamkota* melibatkan sejumlah petugas yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni mereka yang mengenakan seragam dinas lengkap dan yang menggunakan pakaian preman. Selain itu, berbagai jenis kendaraan yang berfungsi untuk mengurai massa, seperti sepeda motor dan mobil *water cannon*, juga dikerahkan dalam latihan ini.
Kepolisian juga membentuk berbagai jalur dan pos penjagaan, antara lain di sekitar Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, serta Kantor KPU dan Bawaslu di wilayah tersebut. Salah satu lokasi yang ditentukan juga berfungsi sebagai tempat pemungutan suara (TPS).
Lebih jauh, skenario simulasi ini mencakup beragam tahapan proses, mulai dari pendaftaran, kampanye, pemungutan suara, hingga respon masyarakat jika hasil pemilihan tidak diterima dengan baik. Simulasi juga menunjukkan langkah-langkah dalam menangani potensi aksi massa; mulai dari situasi tenang hingga anarkis, sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap hasil penghitungan suara.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Mabar menegaskan bahwa penanganan situasi tersebut dilakukan dengan pendekatan tegas namun terukur, terutama melalui langkah-langkah humanis. Salah satu metode yang digunakan adalah menerjunkan tim negosiator yang terdiri dari personel Polwan untuk meredakan aksi massa.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya bagi seluruh personel pengamanan untuk mengikuti standar prosedur operasional dalam penanganan situasi yang kritis serta dalam pengambilan keputusan. Tindakan yang diambil selama simulasi haruslah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap).
Harapannya, melalui simulasi ini, aparat keamanan akan lebih siap dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan, dengan tujuan agar pelaksanaan pesta demokrasi di tahun 2024 dapat berjalan dengan aman, damai, serta saling menghargai meskipun ada perbedaan pilihan.
"Marilah kita bersama menciptakan Pilkada di Manggarai Barat yang aman, damai, dan sejuk," ujarnya.
Kapolres Mabar menambahkan, terkait dengan potensi kerawanan yang mungkin timbul selama Pilkada, pihaknya, bersama dengan KPU dan Bawaslu, telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan berdasarkan deteksi dini.
ANTARA
Simulasi Sistem Pengamanan Pilkada 2024 di Manggarai Barat
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







