JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Gedung Putih menginformasikan bahwa Presiden Joe Biden telah melakukan diskusi dengan pemimpin Qatar dan Mesir dalam upaya untuk menegosiasikan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, serta pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas. Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyebutkan bahwa Biden berbincang dengan Amir Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani dari Qatar dan juga berbicara secara terpisah dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi. Pembicaraan tersebut difokuskan pada upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata serta langkah-langkah yang diperlukan untuk membebaskan sandera. Informasi mengenai pembicaraan ini muncul setelah media di Amerika Serikat melaporkan bahwa Biden telah meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menarik pasukan Israel dari area perbatasan Gaza yang berbatasan dengan Mesir. Hal ini bertujuan agar negosiasi terkait pembebasan sandera dan kesepakatan gencatan senjata bisa dilanjutkan. Menurut pejabat Israel yang dihubungi oleh media, Biden memohon agar sejumlah kecil pasukan Israel ditarik dari koridor Philadelphi sebagai bagian dari tahapan awal kesepakatan. Wilayah yang dimaksud mencakup jalur sepanjang 1 hingga 2 kilometer yang terletak di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Gaza. Lokasi ini menjadi tempat berlindung bagi banyak warga Palestina yang mencari keselamatan. Laporan menyebutkan bahwa Netanyahu dilaporkan menyetujui sebagian dari permintaan yang diajukan oleh Biden. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari proses untuk menciptakan kondisi yang lebih aman dan stabil di kawasan yang sedang mengalami ketegangan ini. ANTARA