JAKARTA –
**Borneonews - Lagos**, Banjir yang melanda Negara Bagian Jigawa di Nigeria barat laut telah mengakibatkan kematian sedikitnya 33 orang. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan yang sangat intensif selama beberapa hari, dan laporan tentang insiden tersebut disampaikan oleh Haruna Mairinga, kepala Badan Manajemen Darurat Negeri, pada hari Jumat. Mairinga menjelaskan bahwa hujan lebat ini berlangsung dari pertengahan minggu dan diperkirakan akan terus turun hingga akhir pekan. Wilayah Jigawa yang dikenal sebagai pusat pertanian mengalami dampak yang cukup serius akibat fenomena alam tersebut, yang menyebabkan keruntuhan jembatan dan meluasnya wilayah yang terendam banjir. Jumlah korban tewas yang awalnya dilaporkan sebanyak 28 orang kini bertambah menjadi 33 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari bencana ini semakin meluas. Selain itu, lebih dari 44.000 orang diperkirakan telah kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut. Kerusakan yang ditimbulkan juga sangat signifikan, dengan sekitar 7.800 rumah hancur dan lebih dari 10.337 hektar lahan pertanian terendam air. Saat ini, ribuan warga yang kehilangan rumah tengah mendapat perawatan medis serta bantuan pangan di tempat-tempat penampungan sementara yang disediakan oleh pemerintah. Situasi ini menimbulkan kepedihan dari pemerintah dan masyarakat setempat, yang khawatir bahwa banjir susulan akan segera terjadi. Peringatan tentang kemungkinan banjir lebih lanjut dikeluarkan oleh Badan Layanan Hidrologi, yang menyebutkan adanya kenaikan level air di Sungai Niger, negara tetangga Nigeria. Banjir di Jigawa ini menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi dalam mitigasi bencana dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang dapat memicu kondisi cuaca ekstrem. ANTARA