JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Gerakan militan Palestina, Hamas, diharapkan untuk beroperasi di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina (*PLO*). Hal tersebut disampaikan oleh Riyad al-Maliki, utusan khusus dan penasihat Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Al-Maliki menekankan pentingnya pengakuan bahwa hanya terdapat satu otoritas yang sah di Palestina. Dalam pandangannya, agar Hamas dapat menjalankan aktivitasnya dengan efektif, mereka perlu beroperasi di bawah perlindungan yang disediakan oleh *PLO*. Ia menyatakan dengan tegas, "Hamas harus menerima kenyataan bahwa hanya ada satu kepemimpinan Palestina, satu hukum Palestina, dan satu senjata yang dianggap sah oleh rakyat Palestina." Lebih lanjut, al-Maliki menjelaskan bahwa Hamas harus mengakui bahwa *PLO* merupakan representasi sah satu-satunya dari masyarakat Palestina. Ia menambahkan bahwa jika Hamas ingin melanjutkan operasinya, mereka dapat melakukannya di bawah naungan *PLO*, sama seperti banyak faksi dan organisasi Palestina lainnya yang telah berkomitmen untuk bekerja dalam kerangka kerjasama tersebut. Penting untuk dicatat bahwa al-Maliki juga memperingatkan agar Hamas tidak mengabaikan hukum internasional serta resolusi-resolusi yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (*PBB*) yang berkenaan dengan masalah Palestina. Pendapat ini menggambarkan harapan untuk menciptakan kesatuan di antara berbagai kelompok di Palestina dalam menghadapi tantangan yang dihadapi saat ini. Sumber informasi ini berasal dari Sputnik, yang memberikan gambaran mengenai pandangan al-Maliki terkait dinamika politik yang terjadi di kawasan tersebut. ANTARA