**Borneonews - Chicago, Illinois**, Sebanyak 74 individu telah ditangkap dalam sebuah aksi protes yang mendukung Palestina di Chicago, Illinois, seperti yang diinformasikan oleh kepolisian setempat pada Jumat. Protes berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Konvensi Nasional Partai Demokrat yang dimulai pada hari Senin, 19 Agustus dan berlangsung selama empat hari di United Center.
Pada hari Kamis malam, Wakil Presiden Kamala Harris menerima pencalonan resmi sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Sejak awal pekan, Chicago telah menjadi tempat bagi berbagai protes, salah satunya adalah demonstrasi di depan Konsulat Israel. Dalam aksi tersebut, ribuan orang menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan mendesak untuk menghentikan dukungan pemerintah Amerika Serikat atas serangan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
Menurut Kepala Polisi Chicago, Larry Snelling, total 74 penangkapan terjadi sebagai akibat dari situasi yang berkembang selama demonstrasi tersebut. Ia juga mencatat bahwa empat orang dari pengunjuk rasa dibawa ke rumah sakit karena masalah kesehatan. Dalam konferensi pers bersama Walikota Brandon Johnson, Snelling mengungkapkan bahwa ada beberapa petugas yang mengalami cedera, namun mereka menolak mendapatkan perawatan medis untuk tetap bersama rekan-rekan mereka di lapangan dalam menjaga keamanan.
Lebih lanjut, Walikota Johnson menyatakan bahwa Konvensi 2024 ini akan menjadi contoh tentang penerapan *policing* yang konstitusional. Ia mengapresiasi tindakan para petugas yang berhasil menjaga keamanan tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk mengeluarkan pendapat dan melakukan protes.
Para demonstran terlihat mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan, antara lain, "Palestina akan bebas dari sungai hingga laut!" Mereka juga membawa berbagai spanduk dengan tulisan yang menuntut penghentian bantuan AS kepada Israel dan mengingatkan bahwa presiden serta wakil presiden saat ini akan melihat keadaan Palestina. Terdapat juga spanduk bertuliskan "Bebaskan Palestina Sekarang!"
Konflik yang berkepanjangan ini terus berlanjut, khususnya setelah serangkaian serangan brutal oleh Israel di Gaza yang merupakan respons terhadap tindakan kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu. Meskipun Dewan Keamanan PBB telah menyerukan gencatan senjata, serangan tersebut telah mengakibatkan lebih dari 40.200 kematian di kalangan warga Palestina, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, serta hampir 93.000 orang mengalami cedera menurut data dari otoritas kesehatan setempat.
Kondisi di Gaza pun semakin memburuk akibat blokade yang berkelanjutan, menyebabkan kekurangan parah dalam pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan, dengan banyak daerah yang terpuruk dalam kehancuran. Israel juga kini menghadapi tuduhan genosida di hadapan Pengadilan Internasional, yang telah memerintahkan penghentian operasi militer di kota Rafah. Perlu dicatat bahwa lebih dari satu juta warga Palestina telah mencari perlindungan di sana sebelum wilayah tersebut diserang pada 6 Mei.
ANTARA
Protes Pro-Palestina Berakhir dengan 74 Penangkapan di Chicago
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







