KUPANG –
**Borneonews - Ende**, PT PLN (Persero) telah mengintensifkan upaya sinergi dengan masyarakat lokal dalam mewujudkan sumber energi bersih. Hal ini dilakukan melalui dukungan dalam produksi *pellet* biomassa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Keberadaan program ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam membantu pemerintah daerah untuk mengatasi masalah sampah organik, terutama di wilayah Kota Ende, serta sebagai pelanjutan dari inisiatif yang telah ada sebelumnya. Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Flores, Andi Martha Siswahyudi, mengungkapkan bahwa PLN UPK Flores telah menjalin kemitraan dengan Koperasi Energi Baru Pancasila Ende, sebuah koperasi yang bergerak dalam produksi energi baru terbarukan melalui *pellet* biomassa. Kerjasama ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Dalam proyek ini, fokus utama adalah pengembangan biomassa untuk *cofiring* di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa. Penggunaan *pellet* biomassa sebagai bahan baku untuk *cofiring* ini diambil dari material sampah biomassa yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Ende sendiri. Program pemanfaatan biomassa ini telah berjalan sejak tahun 2020, di mana PLN memberikan bantuan dalam bentuk peralatan untuk mengolah sampah organik menjadi *pellet* biomassa. Di samping itu, Andi juga menjelaskan bahwa penggunaan peralatan yang terus-menerus dapat mengurangi efektivitasnya dalam memproduksi, sehingga memerlukan pemeliharaan serta penggantian komponen yang sudah tidak berfungsi optimal. Kerja sama ini memberikan dampak positif bagi Koperasi Energi Baru Pancasila Ende, yang dapat meningkatkan produksi *pellet* biomassa. Peningkatan produksi ini tentu berdampak pada peningkatan pendapatan dan ekonomi anggota koperasi. Melalui program energi terbarukan ini, potensi pengurangan masalah sampah di masyarakat dapat mencapai 800 ton setiap tahunnya. PLN juga telah berhasil memberdayakan empat kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), menciptakan 37 lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dari penjualan *pellet* biomassa yang mencapai Rp600 per kilogram. Agustinus Siprianus Ndopo, sebagai pengurus Koperasi Produsen Energi Baru Pancasila Ende, menyampaikan bahwa dukungan dari PLN telah mampu meningkatkan produksi *pellet* biomassa hingga 65 persen dibandingkan sebelumnya. Bantuan yang diterima digunakan untuk memperbarui mesin produksi *pellet*, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Dengan adanya dukungan ini, mereka optimis bisa menaikkan produksi bulanan dari 13 ton menjadi antara 16 hingga 20 ton. Selain berkontribusi terhadap penyediaan energi terbarukan dalam bauran energi nasional, program *cofiring* biomassa berbasis sampah dan limbah ini juga berpotensi mengembangkan ekonomi masyarakat. Tidak hanya itu, program ini berpotensi membuka lapangan kerja dan menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. ANTARA