SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan listrik di 101 desa yang berada di kategori terluar, tertinggal, dan terdepan. Untuk mencapai tujuan ini, empat langkah strategis telah direncanakan dan akan diimplementasikan. Keempat langkah tersebut mencakup pembangunan *Pembangkit Listrik Tenaga Surya* (PLTS) terpusat, perluasan jaringan distribusi tenaga listrik, penyambungan instalasi listrik rumah dari *PT PLN*, serta pembangunan jaringan transmisi. Hal ini dijelaskan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Riza Indra Riadi, saat konferensi pers di Samarinda. Riza mengungkapkan, Kalimantan Timur memiliki sebanyak 1.038 desa/kelurahan. Banyak di antaranya terletak di daerah pedalaman, terpencil, serta di wilayah perbatasan. Kondisi geografis yang demikian membuat akses menuju banyak desa menjadi sangat terbatas, sehingga masyarakat di daerah tersebut mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama dalam penyediaan tenaga listrik. Menurut Riza, hingga bulan Agustus 2024, dari total 1.038 desa di Provinsi Kalimantan Timur, sebanyak 904 desa telah teraliri listrik oleh *PT PLN*. Namun, masih terdapat 134 desa yang belum mendapatkan pasokan listrik, yang sering disebut sebagai Desa Berlistrik Non PLN. Dari jumlah tersebut, 33 desa mendapat pasokan listrik dari PLTS terpusat yang dibangun dengan bantuan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta partisipasi pihak swasta. Sementara itu, 101 desa lainnya masih bergantung pada sumber listrik mandiri, seperti mesin genset desa atau *Solar Home System* (SHS), yang menyebabkan mereka belum dapat menikmati pasokan listrik secara penuh selama 24 jam. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan *Bahan Bakar Minyak* (BBM). Untuk tahun 2024, direncanakan pembangunan PLTS terpusat di tiga desa yang berada di Kabupaten Mahakam Ulu dan satu desa di Kabupaten Berau. Proyek ini diharapkan dapat memberikan akses listrik yang lebih berkelanjutan dan stabil bagi masyarakat di wilayah tersebut. Selain itu, perluasan dan pembangunan jaringan distribusi listrik juga akan dilakukan di tiga desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, satu desa di Kutai Barat, serta satu desa di Kutai Timur. Langkah berikutnya adalah pemasangan sambungan instalasi listrik rumah dan penyambungan listrik dari PLN. Untuk itu, Pemprov Kalimantan Timur berencana memasang sambungan listrik di 2.500 rumah pada tahun 2024, yang akan tersebar di sepuluh kabupaten/kota di provinsi tersebut. Riza juga menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rumah tangga di desa-desa tersebut dapat menikmati pasokan listrik secara langsung dari *PT PLN*. Dalam rangka meningkatkan akses listrik ke wilayah desa yang sebelumnya tidak terjamah, Pemprov juga akan melanjutkan pembangunan jaringan transmisi dengan kapasitas SUTT 150 kV dan jaringan distribusi tenaga listrik tambahan. Pada tahun 2024, *PT PLN* sedang dalam proses pembangunan jaringan distribusi listrik yang direncanakan dapat menjangkau 26 desa di Kalimantan Timur. Riza menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan Kalimantan Timur yang berenergi terang. ANTARA