PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Mantan Penjabat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mendapatkan dukungan resmi dari PDI Perjuangan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Bumi Sriwijaya. Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh partai yang dikenal memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Ratu Dewa yang berpasangan dengan Prima Salam menyatakan bahwa dukungan dari PDI Perjuangan dan Partai Gerindra memberikan peluang mereka untuk mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. "Alhamdulillah, kami kini berstatus sebagai calon," ujarnya kepada awak media di Sumatera Selatan. Dia menekankan bahwa dukungan dari kedua partai besar ini adalah hal yang sangat berarti. PDI Perjuangan dikenal tidak hanya sebagai partai yang kredibel tetapi juga memiliki kader-kader yang memiliki kemampuan dalam politik, yang diharapkan bisa membantu mewujudkan visi misi mereka untuk Palembang. Dalam pernyataannya, Ratu Dewa menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh para relawan dan masyarakat selama ini. Ia percaya bahwa perjalanan menuju Pilkada kali ini adalah hasil dari kerja keras dan tujuan yang telah ditetapkan bersama pendukung. "Kami menyadari bahwa capaian di tahap ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendoakan kami," ujarnya. Lebih lanjut, Ratu Dewa menegaskan komitmennya untuk berjuang sekuat tenaga menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya jika terpilih nantinya. "Dengan izin Allah, jika kami dikasih amanah ini, kami akan berupaya sekuat tenaga untuk memajukan Kota Palembang," tutupnya. Sebelumnya, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Sumsel, Sri Sulastri, mengungkapkan bahwa beberapa penjabat daerah di wilayah tersebut telah mengundurkan diri untuk ikut serta dalam Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung pada November 2024. "Di antara penjabat yang mundur adalah Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Pj Bupati Muara Enim, Ahmad Rizali," paparnya. ANTARA