BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran yang sempat menggegerkan warga di SMPN 11 Sampit, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga akibat kebocoran regulator.
"Dugaan sementara sumber api berawal dari kantin milik Ibu Sri Wahyuni, api disinyalir kebocoran regulator gas dari dapur tersebut," kata Kepala Peleton II Petugas Pemadaman Kebakaran M Febbry, Sabtu, 24 Agustus 2024.
Laporan kebakaran tersebut diterima Disdamkarmat Kotim sekitar pukul 08.26 WIB dan langsung menuju lokasi kejadian. Anggota Redkar Ketapi 3 saat itu melaporkan bahwa kebakaran terjadi pada bangunan kantin SMPN 11 Sampit.
Masyarakat sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya agar api tidak membesar dan merembet ke bangunan lainnya.
"Sesampainya dilokasi petugas langsung melakukan pendinginan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 11 Sampit Nelli Suriani Purba menjelaskan kebakaran pertama kali dilihat oleh warga dari belakang sekolah.
"Yang terbakar ini adalah dapur penjaga sekolah, hari ini sebenarnya tidak dipakai tetapi regulator gasnya lupa tidak dilepas mungkin ada yang bocor gas," kata Nelli.
Saat kejadian tersebut, sekolah sedang libur namun beberapa siswa dan 1 guru sedang beraktivitas untuk mempersiapkan kegiatan kemah Pramuka di Desa Ujung Pandaran. Mereka tidak menyadari kejadian itu, justru warga yang melihat api berkobar dari belakang sekolah.
Nelli tidak dapat menjelaskan dari mana api berasal, hanya saja tiba-tiba terdengar ledakan. Beruntung bangunan tersebut terbuat dari baja ringan sehingga api tidak sempat menjalar.
"Api tak sempat menyebar hanya dapur dan warung yang terbakan. Untung bahannya dari baja ringan kalau dari kayu bisa jadi cepat menyebar," ujarnya.
Ia berterima kasih kepada petugas pemadam kebakaran yang dengan sigap menangani musibah tersebut, sehingga api dapat dipadamkan kurang dari 30 menit. (DEWI PATMALASARI/H)









