JAKARTA –
**Borneonews - London**, Inggris baru-baru ini mengalami dampak serius akibat Badai Lilian, yang telah memicu terjadinya banjir, pemadaman listrik, serta penundaan dalam layanan transportasi umum. Badai ini membawa kecepatan angin yang melampaui 70 mil per jam, atau setara dengan 112,7 km per jam, yang menyebabkan gangguan parah pada perjalanan kereta api, terutama di bagian timur laut negara tersebut. Keberadaan angin kencang ini juga berakibat fatal bagi infrastruktur jaringan kabel listrik, sehingga menyebabkan pemadaman listrik yang meluas di berbagai daerah. Pada hari Jumat, maskapai British Airways terpaksa membatalkan 14 penerbangan dari Bandara Heathrow. Pembatalan ini termasuk penerbangan internasional ke tujuan seperti Italia, Swiss, dan Amerika Serikat. Selain itu, juga dilaporkan bahwa beberapa penerbangan domestik mengalami keterlambatan, menambah ketidaknyamanan bagi para penumpang. Dalam menanggapi situasi ini, Met Office, badan meteorologi Inggris, telah mengeluarkan peringatan kuning untuk beberapa daerah di tenggara Inggris yang berlaku pada hari Sabtu pagi. Peringatan tersebut menandakan bahwa daerah-daerah itu diperkirakan akan menghadapi *heavy rain*, yang berpotensi menyebabkan gangguan perjalanan dan banjir di banyak lokasi. Seiring Badai Lilian yang masih terus bergerak, pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan gangguan lebih lanjut yang mungkin terjadi. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang melanda saat ini. ANTARA