SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Universitas Terbuka (UT) Surabaya resmi memulai tahap pertama Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di tiga lokasi, yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang terletak di Jawa Timur. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperkenalkan mahasiswa baru kepada sistem pendidikan yang diterapkan di UT. Dalam berlangsungnya acara tersebut, Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, menyampaikan bahwa terdapat 841 mahasiswa baru yang terdaftar untuk mengikuti OSMB. Rincian kehadiran mahasiswa baru berdasarkan lokasi adalah 396 orang di Surabaya, 215 orang di Sidoarjo, dan 230 orang di Gresik. Suparti menjelaskan bahwa program OSMB ini memiliki tujuan penting, yaitu memberikan pengenalan tentang sistem pendidikan *distance learning* dan memberikan informasi dasar mengenai Universitas Terbuka. Mahasiswa baru akan memperoleh pemahaman mengenai proses pendaftaran, metode pembelajaran, serta layanan tutorial yang ditawarkan secara daring. “Program ini kami adakan untuk memastikan bahwa mahasiswa baru memahami bagaimana cara belajar di UT. Kami ingin menyampaikan informasi ini agar mereka tidak merasa terkejut saat menjalani pendidikan di sini,” ungkap Suparti. Selama hari pertama OSMB, mahasiswa baru menerima berbagai informasi seputar UT Surabaya, termasuk tata cara registrasi dan metodologi pembelajaran yang menggunakan platform daring. Setelah itu, para mahasiswa baru akan mengikuti Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dalam bentuk kelas, yang dirancang untuk melatih mereka dalam memahami modul serta menyelesaikan tugas secara online. Pendidikan di Universitas Terbuka berbasis pada konsep *distance education*, yang memerlukan pemahaman yang jelas tentang proses pembelajaran dan ujian yang dilakukan secara daring. “Pertemuan dengan dosen tidak diwajibkan untuk mahasiswa UT, tetapi penting bagi mereka untuk membaca modul yang telah disusun oleh dosen,” tambahnya. Suparti juga menjelaskan bahwa selama masa studi, mahasiswa memiliki akses untuk memantau kemajuan akademis mereka melalui sebuah aplikasi. Di dalam aplikasi tersebut, nilai untuk tutorial tatap muka diinput oleh tutor, sementara untuk bentuk tutorial daring, pengawasan dilakukan melalui aplikasi yang sama. Ia menginformasikan bahwa sepertiga dari mahasiswa baru yang hadir dalam OSMB ini adalah individu yang belum memiliki pekerjaan. Suparti berharap sistem pembelajaran mandiri yang diterapkan di UT Surabaya dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di masa depan. “Kemandirian dalam belajar adalah kunci untuk meraih kesuksesan. Dengan disiplin dan ketekunan, mereka diharapkan dapat menyelesaikan studi dengan baik,” tuturnya. Saat ini, sekitar 900 mahasiswa baru UT Surabaya telah menyelesaikan pembayaran SPP. Dari total 17.151 mahasiswa terdaftar, diharapkan sekitar 15 ribu orang dapat menuntaskan proses pembayaran. Tingkat keberhasilan pembayaran SPP biasanya mencapai 85 persen, menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. ANTARA