JAKARTA –
**Borneonews - Tasikmalaya**, Komandan Pangkalan Udara Wiriadinata, Letkol Pnb Taufik Agus Hidayat, mengungkapkan bahwa acara balap *drag* motor dan mobil Pertamax Turbo Drag Fest 2024 menjadi sebuah platform strategis untuk mengasah dan membina bakat-bakat muda pembalap. "Alhamdulillah, acara ini berfungsi sebagai sarana yang penting untuk mengembangkan keterampilan pembalap tidak hanya dari Tasikmalaya, tetapi juga dari luar daerah. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan," ungkap Taufik saat berbincang dengan awak media di ajang Pertamax Turbo Drag Fest 2024 seri ketiga yang berlangsung di Pangkalan Udara Wiriadinata, Tasikmalaya, pada hari Sabtu. Acara balap *drag* ini dilaksanakan di Lanud Wiriadinata dalam dua seri. Seri kedua diadakan pada 27-28 Juli, sedangkan seri ketiga berlangsung pada 24-25 Agustus. Sebelumnya, seri pertama diselenggarakan di Lapangan Udara Cicangkal, Bogor, pada 13-14 Juli. Taufik menambahkan bahwa TNI AU melalui Lanud Wiriadinata berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi pembalap. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan lintasan sebagai tempat kompetisi yang resmi. “Sarana lapangan udara ini masih dalam tahap aktif terbatas untuk penerbangan reguler. Oleh karena itu, dengan izin dari Panglima TNI, kami bersedia mendukung acara ini,” jelasnya. Kejuaraan ini, menurutnya, sangat dinanti-nantikan oleh banyak kalangan muda yang memiliki bakat dalam dunia balap, baik laki-laki maupun perempuan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji kemampuan di ajang resmi. Sebelum terselenggaranya event ini, Lanud Wiriadinata juga telah berupaya mendukung pembinaan talenta balap dengan memanfaatkan sarana lapangan udara setempat sebagai lokasi latihan. Sejak bulan Februari, kegiatan latihan dilakukan secara rutin sekali dalam seminggu dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. “Adanya arena latihan ini sangat membantu dalam mengurangi aksi balapan liar, karena para pembalap muda sekarang memiliki tempat untuk berlatih dan berkompetisi," tambah Taufik. Ia juga mencatat bahwa meskipun fasilitas lapangan udara utamanya diperuntukkan bagi kegiatan penerbangan, ke depan akan ada kemungkinan untuk memanfaatkan arena tersebut untuk ajang balap *drag* selama tidak mengganggu kegiatan penerbangan lainnya. “Kami terbuka untuk bekerja sama, asalkan penggunaan fasilitas ini tidak bertentangan dengan kegiatan penerbangan utama,” tegasnya. “Kalau nanti sudah ada jadwal penerbangan reguler, kami akan prioritas. Namun, kami akan mencari solusi untuk arena balapan dan mempertimbangkan tempat lain,” pungkas Taufik. ANTARA