SEMARANG –
**Borneonews - Banjarnegara**, Ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara memadati perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) XIV yang diadakan di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada tanggal 23 hingga 25 Agustus. Salah satu acara yang menjadi daya tarik utama dalam DCF XIV adalah prosesi *ruwatan* massal untuk anak-anak berambut gimbal. Acara tersebut diselenggarakan di Komplek Candi Arjuna, di mana 13 anak berambut gimbal turut berpartisipasi dalam ritual menuju kesucian pada sabtu yang lalu. Karena tingginya minat wisatawan untuk menyaksikan prosesi tersebut, panitia acara membagi ritual menjadi dua sesi berbeda. Sesi pertama mencakup *hair cutting* untuk tujuh anak, sementara sesi kedua untuk enam anak lainnya. Dengan cara ini, pengunjung dapat dikelompokkan dalam dua bagian yang masuk secara bergiliran, menjaga kekhidmatan dan kesakralan ritual tersebut. Yunita Rosdayanti, seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan rasa terkesannya terhadap DCF XIV, terutama terhadap prosesi *ruwatan* anak berambut gimbal. Ia mengatakan, “Ini sangat seru, karena ini adalah pengalaman pertama saya melihatnya. Permintaan dari peserta *ruwatan* semuanya lucu-lucu,” ujarnya, didampingi oleh rekannya, Ari Yunita. Yunita bahkan mengikuti kirab anak-anak tersebut menuju lokasi *ruwatan* di Komplek Candi Arjuna. Ia berkomitmen untuk kembali ke DCF di tahun depan jika terdapat kesempatan. Di sisi lain, Ari Yunita menambahkan bahwa selain menikmati prosesi tersebut, mereka juga berencana menyambangi Telaga Warna yang terkenal indah di Dieng. Ia menyebutkan bahwa meskipun suhu di Dieng sangat dingin, keindahan alam dan situs bersejarah di sana tetap menarik perhatian. “Sangat dingin di sini, beruntungnya ada *water heater* sehingga tidak terlalu terasa dingin," ungkapnya. Dalam pernyataannya, Ketua Panitia DCF XIV, Alif Faozi, menjelaskan bahwa pembagian prosesi *ruwatan* menjadi dua sesi dilakukan untuk menjaga kesakralan acara, terutama mengingat banyaknya pengunjung dan sedang berlangsungnya pemugaran Candi Srikandi yang terletak di antara Candi Arjuna dan Candi Puntadewa. “Kami membagi pengunjung ke dalam dua sesi untuk memastikan prosesi berjalan khidmat, dan memperhatikan kapasitas lokasi, mengingat ada pemugaran yang sedang berlangsung,” tuturnya. Pada pelaksanaan DCF XIV ini, panitia menyediakan sebanyak 6.000 paket wisata, yang semuanya telah terjual habis. Jumlah tersebut belum termasuk pengunjung yang tidak membeli paket wisata. Alif memperkirakan total jumlah pengunjung DCF XIV bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu orang. Perkiraan ini didasarkan pada survei yang dilakukan pada penyelenggaraan DCF di tahun-tahun sebelumnya, yang diketahui telah menarik 100 ribu pengunjung dalam jangka waktu tiga hari. “Dalam survei tersebut, kami mengajukan pertanyaan kepada 650 pengunjung dan menemukan bahwa rata-rata pengeluaran mereka selama mengikuti DCF adalah sekitar Rp450 ribu per hari,” pungkas Alif. ANTARA