BORNEONEWS, Palangka Raya - Kualitas daging sapi beku yang dipasarkan dalam program Operasi Pasar (OP) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sempat dipertanyakan. Masyarakat khawatir daging sapi beku tidak memiliki kualitas sebaik daging sapi segar. Namun, Syahrin Daulay, Ketua Tim Teknis TPID Kalteng mengatakan kualitas daging sapi beku tersebut bisa dijamin.
"Wajar kalau masyarakat khawatir karena memang ini hal baru. Tapi kita bisa jamin kualitasnya dan ini sudah dapat sertifikat halal baik dari sehi pemotongan dan sebagainya begitulah ya, itu sudah kita koordinasikan dengan kementerian Perdagangan dan Bulog," ungkap Syahrin yang juga Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Rabu (29/6/2016).
Pemerintah juga menurutnya tidak akan mau mengadakan OP tanpa ada kepastian halal dari MUI ini. Selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kualitas daging beku ini.
"Jangan-jangan yang ditakutkan masyarakat benar kan. Tapi ternyata daging beku ini justru lebih higienis dibandingkan daging segar," tandasnya.
Hal ini dijelaskan Dinas Kesehatan lantaran daging beku otomatis telah dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibekukan. Kemudian saat beku, bakteri yang ada di daging akan mati dengan sendirinya.
"Di derajat tertentu kan bakteri akan mati sementara. Maaf ya, daging segar yang digantung itu kan kadang dikerumuni lalat dan sebagainya. Ini kan sebenarnya karena masyarakat kita tidak terbiasa dengan hal baru ini sehingga muncul kekhawatiran seperti ini," pungkas Syahrin.
Untuk itu pihaknya berharap tidak ada lagi keragu-raguan dari masyarakat untuk membeli daging sapi beku yang dihargai Rp80.000 per kilogram ini. OP ini digelar di Pasar Kahayan, Palangka Raya hingga Lebaran nanti untuk menjaga stabilitas harga daging sapi di pasaran. (TESTI PRISCILLA/m)








