MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Kapolda Sulawesi Barat, Inspektur Jenderal Polisi Adang Ginanjar, mengeluarkan arahan bagi personel Polri di wilayahnya untuk meningkatkan pendekatan persuasif dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa. Hal ini disampaikan saat beliau meninjau kondisi di Kantor DPRD Kabupaten Majene, yang mengalami kerusakan setelah aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa. Adang Ginanjar menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif dengan mahasiswa, terutama ketika situasi aksi menjadi tidak kondusif. Dalam survei awal di Kantor DPRD Majene, ia memfokuskan perhatian pada ruangan sidang paripurna yang menjadi lokasi kericuhan. Selama kunjungannya, Kapolda memberikan instruksi kepada Kapolres dan seluruh personel agar proaktif dalam mendampingi mahasiswa selama demonstrasi. "Kita harus berani tampil dan membangun komunikasi yang baik, terutama saat tensi aksi tinggi," ujar Ginanjar. Ia berharap pendekatan persuasif tersebut dapat meredakan emosi mahasiswa dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Kapolda kemudian menyampaikan bahwa langkah komunikasi yang positif akan membantu membangun simpati dan kepercayaan mahasiswa terhadap kepolisian. Ia juga menekankan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut, dengan tujuan menemukan solusi dan strategi yang lebih baik dalam menangani demonstrasi di kemudian hari. Evaluasi ini akan mencakup penilaian terhadap kinerja personel dan strategi pengamanan yang diterapkan selama aksi unjuk rasa. "Kami akan memastikan bahwa semua aspek ditinjau secara menyeluruh," tegasnya. Sebelumnya, pada hari Jumat, 23 Agustus, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) melakukan aksi untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi di depan Kantor DPRD Kabupaten Majene. Mereka berhasil memasuki ruangan sidang paripurna dan mendesak untuk bertemu dengan pimpinan dewan. Setelah berbicara dengan Wakil Ketua DPRD Majene, M. Idwar, para mahasiswa yang merasa tidak puas akan respon yang diberikan kemudian melakukan aksi perusakan. Akibat kejadian tersebut, beberapa mahasiswa mengalami luka-luka setelah terlibat dalam kerusuhan di dalam ruangan sidang paripurna DPRD Majene. ANTARA