BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah pencegahan terkait potensi terjadinya gempa megathrust dengan kekuatan hingga magnitudo 8,9. Dalam hal ini, masyarakat diimbau untuk memahami strategi penanggulangan bencana serta mengenali jalur evakuasi yang telah disiapkan oleh BPBD. Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, menyatakan pentingnya bagi masyarakat untuk mempelajari jalur evakuasi yang telah ditentukan, meskipun saat ini prediksi terjadinya *megathrust* belum terjadi. “Kami berharap masyarakat dapat belajar mengenai jalur-jalur evakuasi yang telah kami tetapkan,” ujarnya di Bengkulu pada hari Sabtu. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu telah memasang 300 rambu evakuasi di seluruh kelurahan yang ada di daerah tersebut sebagai bentuk langkah mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan bencana. Pemasangan rambu-rambu ini difokuskan di kawasan-kawasan yang rentan, seperti Kelurahan Lempuing, Malabero, Berkas, Penurunan, Beringin Raya, dan Pasar Bengkulu. Dengan adanya rambu-rambu tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi bencana, terutama di daerah-daerah yang rawan terhadap kejadian seperti tsunami, gempa bumi, banjir, dan longsor. “Penentuan lokasi pemasangan rambu telah dilakukan bersamaan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di mana setiap kawasan memiliki 3 hingga 4 titik kumpul,” tambahnya, sehingga masyarakat tahu arah yang harus diambil saat keadaan darurat. Selain itu, BPBD Kota Bengkulu juga telah membentuk relawan siaga bencana yang tersebar di seluruh kelurahan. Keberadaan relawan ini bertujuan untuk membantu tim BPBD dalam memberikan respon cepat kepada warga yang terkena dampak bencana. Pihak BPBD juga telah memasang papan peta evakuasi bencana yang menyajikan informasi rinci mengenai potensi bencana, dampaknya, serta langkah-langkah antisipatif dan lokasi-lokasi aman yang dapat diakses oleh masyarakat. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang juga telah memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu agar tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi terjadinya gempa *megathrust* Enggano dengan magnitudo maksimum yang dapat mencapai 8,9. Di Provinsi Bengkulu terdapat dua segmen potensi gempa; yaitu megathrust Enggano dan segmen megathrust Mentawai - Pagai dengan magnitudo 7,9, yang dapat berdampak langsung kepada Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara. ANTARA