BORNEONEWS, Palangka Raya - Lima kendaraan bekas hibah Pemerintah Jepang kepada pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya tinggal menunggu waktu dikapalkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal ini bertolak pada Selasa (29/6/2016) atau Rabu (30/6/2016).
“Kalau melihat jadwal kapal, ada kapal yang berangkat menuju Trisakti, Banjarmasin pada (29/6/2016). Itu jadwalnya, mudah-mudahan tidak ada perubahan,” kata Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio.
Ia tidak bisa memastikan apakah kapal sudah berangkat atau belum. Namun ia sudah ‘memasang’ orang untuk stand by memantau pergerakan peti kemas yang berisi lima kendaraan hibah itu di Jakarta, yaitu Kepala Badan penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Anwar Sanusi Umarnur Gayo. Namun mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palangka Raya ini tidak merespon kontak yang dilakukan Borneonews hanya untuk memastikan keberangkatan kapal.
Beberapa hari lalu, ia hanya memastikan jika kapal yang membawa kontainer peti kemas berisi lima kendaraan hibah merapat di Pelabuhan Trisakti, pihaknya berjanji akan membawa sejumlah pihak datang ke Banjarmasin termasuk kalangan media. Hal itu agar diketahui bersama kondisi barang bekas layak pakai asal Negeri Sakura tersebut, sebelum kemudian dibawa melalui jalan darat menuru Kota Cantik Palangka Raya.
Kembali kepada Mofit, ia bercerita bahwa peti kemas asal Jepang itu sudah standby di terminal peti kemas (TPK) Koja setelah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada 19 Juni 2016. Kendaraan hibah terdiri dari empat mobil pemadam kebakaran dan satu mobil ambulans itu tertahan di TPK Koja karena harus melewati rangkaian pemeriksaan dari otoritas kepabeanan terlebih dulu sebelum dikapalkan lagi menuju Banjarmasin.
“Itulah yang membuat lama. Kalau dari Jepangnya kira-kira perjalanan 15 hari. Tapi kalau dari Jakarta ke Banjarmasin, hanya sekitar dua hari saja. Jadi kalau tepat, maka kendaraan hibah sudah di Banjarmasin pada (1/7/2016),” katanya.
Beberapa waktu lalu, Mofit Saptono datang langsung mengecek kebenaran informasi atas kedatangan kontainer-kontainer berisi kendaraan hibah tersebut di TPK Koja bersama Kepala BPBPK beberapa waktu lalu. Ia sendiri pun tidak bisa membuka isi kontainer untuk memastikan kondisi barang, karena terbentur prosedur pihak Bea dan Cukai. Saat itu, tiga kontainer yang berisi lima kendaraan, satu di antaranya sudah keluar invoice-nya, sedangkan yang dua masih dalam proses.
Masalah dana penjemputan kendaraan hibah, sudah disiapkan Pemkot melalui BPBPK. Nilainya sekitar dua ratusan juta yang diambil dari APBD Kota 2016. (ROZIKIN/m)








