JAKARTA –
**Borneonews - Tasikmalaya, Jawa Barat**, Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) mengadakan pelatihan untuk seratusan petugas di Aceh, yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan doping di kalangan atlet dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Ketua Umum IADO, Gato S Dewa Broto, menjelaskan bahwa pelatihan ini mencakup pengembangan keterampilan bagi *Sample Collection Personnel* (SCP), penyuluh kampanye anti-doping, dan investigator. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menghasilkan petugas *chaperone*, tetapi juga melatih petugas *Doping Control Officer* (DCO). Dalam pelatihan ini, sebanyak 62 peserta akan dilatih menjadi SCP, sedangkan 39 peserta lainnya akan menjadi DCO. Selain itu, pelatihan juga diperuntukkan bagi lima petugas yang akan menjalankan kampanye anti-doping atau *outreach*. Mereka nantinya akan ditugaskan di berbagai lokasi untuk menyebarkan informasi terkait pencegahan doping dalam beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan di Aceh. Gato menekankan pentingnya kampanye ini sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan informasi yang relevan kepada atlet serta tim pendukung. Dalam pelatihan yang sama, tujuh peserta lain dilibatkan dalam pelatihan pengawasan investigasi doping. Gato menambahkan bahwa pelatihan kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah diadakan di Sumatera Utara sebelumnya. Rangkaian pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen IADO untuk memastikan bahwa pengawasan doping di PON Aceh-Sumut 2024 dapat berjalan dengan baik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan semua atlet dan tim pendukung dapat berkompetisi secara bersih dan bebas dari doping. Gato juga menegaskan bahwa acara olahraga empat tahunan ini, yang akan diselenggarakan dari tanggal 8 hingga 20 September 2024, mencakup total 67 cabang olahraga, dengan pembagian 33 cabang di Aceh dan 34 cabang di Sumatera Utara. ANTARA