BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan tanaman hias jenis bonsai di wilayah tersebut. Menurutnya, bonsai tidak hanya memiliki daya tarik estetika, tetapi juga menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan. Dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Agribisnis Tanaman Hias Tingkat Madya, Farid menjelaskan bahwa Banda Aceh memiliki beragam jenis tumbuhan hias bonsai. "Tanaman ini memiliki prospek bisnis yang baik," ujarnya di Escape Green Bistro, Pango, Banda Aceh, pada hari Sabtu. Farid mengungkapkan bahwa pelatihan ini adalah yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh sejak bulan Juli 2023, mencakup berbagai tingkatan dari dasar hingga madya. Ia mencatat bahwa di daerah lain, bonsai sudah banyak dipamerkan dalam berbagai acara, seperti pameran dan perlombaan baik tingkat nasional maupun internasional. Banda Aceh, menurut Farid, juga memiliki potensi dalam bidang tumbuhan hias yang bisa dijadikan untuk ikut serta dalam ajang-ajang tersebut, serta dapat dibudidayakan secara berkelanjutan. "Bonsai di Banda Aceh berpotensi untuk dibudidayakan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), karena bahan bonsai ini memiliki nilai jual yang tinggi," ungkapnya. Dengan adanya pelatihan ini, Farid berharap akan muncul pembudi daya bonsai yang andal dan berkompeten di Banda Aceh. Ia menekankan pentingnya para pegiat bonsai untuk terus berkembang dan dapat meraih prestasi di tingkat nasional dalam berbagai kegiatan. "Kita juga harus mempromosikan bonsai di perkantoran dan hotel-hotel di Banda Aceh, karena bonsai memiliki daya tarik visual yang kuat bagi siapa saja yang melihatnya," tambah Farid. Pada kesempatan yang sama, Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini. Ia mengingatkan kepada para peserta untuk menggali potensi mereka dan berkontribusi dalam mengembangkan industri bonsai di kota ini. "Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para peserta, mengingat pengembangan tanaman bonsai kini menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan," ungkap Ade Surya. Ade Surya juga mengharapkan agar pengembangan bonsai dapat dikelola dengan baik melalui berbagai event seperti pameran atau kontes, yang dapat menarik perhatian wisatawan untuk datang ke Banda Aceh. Ia menambahkan bahwa bonsai sebaiknya dipromosikan di berbagai lokasi, baik di dalam maupun luar ruangan, termasuk hotel, perkantoran, serta kafe-kafe yang memiliki daya tarik visual di media sosial. "Kita juga akan mendukung komunitas bonsai agar dapat menggelar event seperti pameran atau kontes, sehingga kegiatan ini bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Banda Aceh," tutup Ade Surya. ANTARA