PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tengah berkomitmen untuk mengembalikan daerah ini sebagai pusat peternakan babi dengan dukungan dari berbagai elemen. Upaya ini diambil karena sebelumnya Kalbar mampu memenuhi kebutuhan babi secara mandiri, namun saat ini mengalami ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, menjelaskan bahwa saat ini produksi babi di wilayahnya hanya mencapai sekitar 40 ribu ekor per tahun. Hal ini sangat kontras dibandingkan dengan kondisi sebelum merebaknya penyakit *African Swine Fever* (ASF), di mana produksi bisa mencapai 460 ribu ekor dalam satu tahun. Kebutuhan babi di Kalbar diperkirakan mencapai 80 ribu ekor setiap tahunnya. Dengan produksi yang minim saat ini, hampir setengah dari kebutuhan tersebut harus dipenuhi dengan mendatangkan babi dari luar. Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah mengambil sejumlah langkah konkret, termasuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas babi dari daerah lain, baik melalui jalur darat maupun laut. Program pembibitan babi juga sedang diluncurkan seiring dengan membaiknya situasi seputar ASF. Salah satu langkah yang diambil adalah mengembangkan indukan di Kabupaten Landak, yang diharapkan dapat meningkatkan produksi babi di Kalbar. Dukungan dari organisasi internasional, seperti *Food and Agriculture Organization* (FAO), serta program dari Korea Selatan juga turut berperan penting dalam upaya ini. Salah satu inisiatif yang dilaksanakan adalah *Community ASF Biosecurity Intervention* (CABI), yang memberikan pendampingan kepada peternak babi berskala mikro hingga kecil di Kota Pontianak dan Kabupaten Landak. Melalui program tersebut, sebanyak 120 peternak di kedua daerah tersebut memperoleh bimbingan untuk mencegah penyebaran ASF, serta meningkatkan kapasitas produksi dalam budidaya babi. Harapannya, langkah-langkah yang diambil ini akan memungkinkan Kalbar untuk kembali memenuhi kebutuhan babi secara mandiri dan menjadi sentra peternakan babi di Indonesia. ANTARA