**Borneonews - Sorong**, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas para guru yang bertugas di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat kemampuan para pendidik dalam bidang seni rupa, dengan tujuan agar mereka dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada siswa di daerah tersebut.
Perwakilan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Dr. Muksin, menjelaskan bahwa inti dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas pengajaran guru seni rupa, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam mendidik siswa. Hal ini menjadi penting, terutama mengingat seni rupa sering kali tidak diajarkan di daerah terpencil, yang seringkali memiliki akses terbatas atau berada di kategori daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Dr. Muksin menegaskan, peningkatan kapasitas guru di bidang seni rupa sangat diperlukan, karena hal ini menjadi modal penting untuk mengajarkan anak-anak. Dalam pelatihan, peserta diajarkan tiga hal utama, yaitu teknik menggambar, menciptakan karya menggunakan *tie dye*, dan mengaplikasikan teknik cap daun.
Proses pembuatan karya seni, terutama melalui teknik *tie dye*, hanya memerlukan bahan yang sederhana, seperti tisu dan pewarna makanan. Sedangkan teknik cap daun memanfaatkan dedaunan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Dr. Muksin berpendapat bahwa cara ini membuktikan bahwa menciptakan karya seni tidak harus melibatkan bahan-bahan yang mahal, melainkan dapat memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar kita.
Pelatihan ini diharapkan dapat memudahkan para guru dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa di sekolah masing-masing. Dr. Muksin juga menyatakan bahwa dalam proses menciptakan seni, terdapat aspek lain yang berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa, seperti kesabaran yang diperlukan untuk mendesain sebuah karya seni. Sikap ini diharapkan dapat memengaruhi karakter positif pada peserta didik.
Dalam tahap pelatihan selanjutnya, Dr. Eng. Nur Budi Mulyono dari Tim Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB menjelaskan bahwa para guru tidak hanya diajarkan cara menciptakan karya seni, tetapi juga diharapkan mampu merancang karya tersebut agar memiliki nilai ekonomis. Ini berarti para guru diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar bisnis, termasuk konsep *segmenting, targeting*, dan *positioning* (STP).
Melalui pelatihan ini, diharapkan karya seni rupa yang dihasilkan dapat terus dilestarikan dan bahkan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. Sebagai hasilnya, para peserta pelatihan diharapkan bisa tumbuh menjadi seorang *entrepreneur* di bidang seni.
ANTARA
Pelatihan Kreativitas Guru Seni Rupa di Sorong untuk Meningkatkan Pendidikan
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







