JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil, mengusulkan agar Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta dijadikan sebagai salah satu markas untuk kegiatan pemenangan. Permintaan ini diungkapkan Ridwan saat bersilaturahmi bersama bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Suswono, di kantor DPD Golkar DKI pada hari Sabtu. Dalam pernyataannya, Ridwan menekankan pentingnya lokasi tersebut karena dinilai strategis dan nyaman. Ia meminta izin kepada Ahmed Zaki Iskandar, yang menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta. "Kami berencana untuk bekerja sama, dan jika diperkenankan, kami ingin menjadikan kantor ini sebagai salah satu markas pemenangan," ujarnya. Ridwan menjelaskan bahwa kantor tersebut sangat berarti bagi tim pemenangan, terutama dalam hal efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan. "Selama 90 hari ke depan, kami perlu bekerja lebih optimal, mulai rapat hingga malam hari, dengan harapan dapat segera bergerak di pagi harinya. Ini adalah tempat yang sangat crucial bagi kami," tambahnya. Dave Laksono, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, mengonfirmasi bahwa permintaan Ridwan telah mendapatkan persetujuan dari DPD Golkar DKI Jakarta. "Kami sudah menawarkan dan setuju untuk memanfaatkan kantor ini sebagai tempat pemenangan," jelas Dave dalam menanggapi usulan tersebut. Pasangan Ridwan Kamil dan Suswono dijadwalkan akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada 28 Agustus 2024. Ridwan mengungkapkan keyakinannya bahwa mereka akan mendaftar sesuai rencana. "Insya Allah, kami akan mendaftar di Jakarta pada tanggal yang telah ditentukan," kata Ridwan saat diwawancarai di kantor DPP Partai Gerindra. Ia juga menyatakan bahwa mereka telah mempersiapkan beragam dokumen administrasi yang diperlukan untuk pengajuan ke KPU DKI. Ketika ditanyakan mengenai strategi kampanye yang akan diterapkan untuk memenangkan pemilihan kepala daerah di Jakarta, Ridwan menyatakan bahwa saat ini mereka masih dalam tahap pendaftaran administrasi. Ia menjelaskan, "Setelah mendaftar, barulah kami dapat menyampaikan gagasan dan rencana kepada media." ANTARA