**Borneonews - Kudus**, Sebanyak 344 atlet panahan dari tujuh kabupaten di Provinsi Jawa Tengah turut meramaikan turnamen panahan tingkat sekolah dasar (SD) dan sederajat yang dilaksanakan pada 22 hingga 25 Agustus 2024 di Supersoccer Arena, yang terletak di Rendeng, Kabupaten Kudus.
Turnamen yang diberi nama *MilkLife Archery Challenge 2024* ini merupakan hasil kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus, seperti yang disampaikan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam acara tersebut.
Tujuh kabupaten yang berpartisipasi dalam turnamen ini antara lain Kudus, Jepara, Demak, Pati, Grobogan, Rembang, dan Wonogiri. Dalam kompetisi ini terdapat dua kategori utama yang dipertandingkan, yaitu kategori usia 10 tahun (KU 10) dan kategori usia 12 tahun (KU 12).
Dalam perlombaan, baik untuk putra maupun putri, terdapat beberapa nomor yang dipertandingkan yaitu PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) KU 12. Setiap kategori juga meliputi dua jenis pertandingan, yakni aduan perorangan dan total beregu. Selain itu, diadakan juga perebutan gelar juara umum untuk kategori Nasional KU 12.
Yoppy menyatakan bahwa tujuan diadakannya turnamen panahan ini adalah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga panahan, khususnya dalam kalangan pelajar di Kudus dan sekitarnya. Dia sangat mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari para peserta dalam gelaran perdana turnamen ini.
Sebelumnya, Djarum Foundation fokus pada pemasyarakatan sepak bola putri dan atletik, kini mereka ingin memperkenalkan lebih jauh mengenai olahraga panahan. Meskipun ini adalah penyelenggaraan perdana, Yoppy merasa bersyukur karena antusiasme dari guru dan peserta lebih dari yang dibayangkan. Awalnya, mereka hanya menargetkan 250 peserta, tetapi jumlah yang hadir jauh melebihi ekspektasi. Harapannya, event ini dapat memberikan angin segar yang bisa dikembangkan ke depan, baik dari segi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi.
Lebih lanjut, Yoppy menjelaskan bahwa saat ini prestasi panahan di Kabupaten Kudus dan sekitar masih berada di bawah prestasi kota-kota besar seperti Solo dan Semarang. Dengan adanya turnamen ini, diharapkan dapat mencetak bibit-bibit atlet potensial yang mampu membawa Kabupaten Kudus meraih prestasi lebih tinggi, baik di tingkat Jawa Tengah maupun secara nasional.
Di sisi lain, Soegiono yang menjabat sebagai Direktur Marketing Global Dairi Alami menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen panahan ini sejalan dengan visi perusahaan yang mengusung tujuan menyehatkan anak-anak Indonesia. Dia berharap, melalui berbagai kegiatan olahraga yang rutin serta dukungan asupan nutrisi yang seimbang, akan tercipta generasi penerus yang memiliki prestasi gemilang.
Vera Eka Wardani selaku Ketua Pelaksana MilkLife Archery Challenge menambahkan bahwa sebelum pertandingan diadakan, penyelenggara terlebih dahulu mengadakan klinik pelatihan untuk 32 guru olahraga MI dan SD. Pelatihan tersebut berlangsung di Supersoccer Arena pada 14 dan 15 November 2023.
Dalam pelatihan, salah satu narasumber yang diundang adalah Lilies Handayani, seorang atlet panahan yang pernah membawa pulang medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Seoul 1998. Lilies memberikan pemahaman mengenai teknik dasar panahan, posisi yang benar sebagai pemanah, cara melatih pemula, peralatan yang digunakan, serta peraturan yang berlaku dalam olahraga panahan.
ANTARA
Turnamen Panahan Tingkat SD di Kudus, 344 Atlet Berpartisipasi
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Komentar (0)
Memuat komentar…







