BATAM –
**Borneonews - Batam**, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memutuskan untuk memberikan bantuan pendidikan bagi 1.500 mahasiswa di seluruh wilayah provinsi tersebut. Bantuan yang disediakan ini bernilai Rp3 juta untuk setiap mahasiswa yang terdaftar. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengungkapkan bahwa program ini telah berjalan selama dua tahun dan dirancang untuk memberikan dukungan kepada 1.500 mahasiswa. Pada kesempatan yang sama, ia menyebutkan bahwa dalam dua bulan terakhir, lebih dari 2.000 mahasiswa telah mendaftar untuk mengikuti program bantuan pendidikan ini. Untuk mempermudah proses pendaftaran, pemerintah telah menyediakan sebuah situs web khusus. Dalam platform tersebut, calon penerima bantuan dapat mengisi formulir yang diperlukan secara *online*. Setelah formulir diisi, tim dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Birokesra) akan melakukan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon penerima. Persyaratan tersebut antara lain meliputi bukti aktifitas sebagai mahasiswa dari universitas yang diakui, surat keterangan mengenai penghasilan orang tua, serta dokumen-dokumen lain yang dianggap relevan. Gubernur Ansar juga menjelaskan bahwa proses pencairan bantuan ini memerlukan penerima untuk memiliki rekening pribadi, agar dana dapat langsung ditransfer. Dia menegaskan bahwa tahun ini akan ada perbedaan dalam jumlah penerima, yang akan ditentukan secara proporsional agar sesuai dengan kebutuhan setiap daerah. Ansar Ahmad juga menekankan bahwa penting bagi semua mahasiswa, termasuk yang berasal dari pulau-pulau kecil seperti Natuna, Lingga, dan Anambas, mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan bantuan. Hal ini bertujuan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan adil bagi semua mahasiswa, baik dari Batam maupun daerah lainnya. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa serta memperluas jangkauan bantuan secara adil dan proporsional di seluruh wilayah Kepulauan Riau. ANTARA