PADANG –
**Borneonews - Lubuk Basung**, Gunung Marapi yang terletak di Sumatera Barat telah mengalami erupsi yang menyebabkan hujan abu vulkanik menyebar ke sejumlah daerah di Kabupaten Agam pada hari Sabtu. Fenomena ini sudah mulai terasa oleh warga sejak hari Jumat, 23 Agustus, dan semakin hari semakin parah. Salah seorang warga dari Kecamatan Sungai Puar, Hesti (28), menyampaikan bahwa aktivitas di luar rumah menjadi sangat sulit karena harus menggunakan masker untuk melindungi diri dari debu vulkanik yang bertebaran. Di daerah yang terletak di kaki Gunung Marapi itu, petugas pemadam kebakaran melakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyiramkan air di jalanan yang tertutup abu. Komandan Regu C Pemadam Kebakaran Agam, Rince, menginformasikan bahwa pihaknya melakukan penyemprotan di enam titik yang ditentukan berdasarkan permintaan warga melalui kepala desa setempat. "Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mengingat jalanan di sini juga merupakan jalur alternatif untuk lalu lintas Padang menuju Bukittinggi," terang Rince. Keadaan serupa juga terjadi di Kecamatan Canduang, yang merupakan area terdekat dari puncak Gunung Marapi. Kepala Desa Bukit Batabuah, Firdaus, menceritakan bahwa hanya dalam waktu dua menit setelah erupsi, suara yang menyerupai hujan deras terdengar di atas atap rumah. Ternyata suara tersebut disebabkan oleh turunnya abu vulkanik yang juga menambah kepanikan di kalangan warga, di mana butiran-butirannya memiliki ukuran sebesar pasir. Firdaus menambahkan bahwa masyarakat di desa tersebut tetap berada dalam kondisi waspada pasca-erupsi. Mereka saling mengingatkan untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik sebagai antisipasi terhadap kemungkinan buruk yang dapat terjadi di masa mendatang. Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada malam hari Jumat, 23 Agustus, sekitar pukul 22.27 WIB. Peristiwa tersebut telah tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 30,3 milimeter dan durasi erupsi mencapai 49 detik. Selanjutnya, peristiwa ini juga diikuti dengan gempa bumi yang memiliki magnitudo 2,5, dengan lokasi terletak pada 0,37 Lintang Selatan dan 100,38 Bujur Timur, berjarak sekitar 7 kilometer di tenggara Kota Bukittinggi pada kedalaman 21 kilometer. ANTARA