BANTEN –
**Borneonews - Pandeglang**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang, Banten, mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Selat Sunda bagian selatan untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Kepala Pelaksana BPBD-PK, Riza Ahmad Kurniawan, menjelaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk tidak salah memahami informasi mengenai potensi *Megathrust* yang dapat memicu tsunami. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui saluran telekomunikasi, Riza menekankan bahwa informasi tersebut bukanlah sebuah prediksi atau sinyal peringatan dini yang harus dikhawatirkan. Saat ini, banyak orang yang mempersepsikan bahwa kemungkinan gempa besar tersebut dan tsunami akan segera terjadi. Namun, Riza mengingatkan bahwa hal tersebut tidak benar. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan meneruskan rutinitas mereka tanpa rasa cemas yang berlebihan. Walaupun potensi gempa dan tsunami selalu ada, tidak ada kepastian mengenai waktu terjadinya. Riza menegaskan bahwa prediksi terkait dengan *Megathrust* tidak mungkin dilakukan, sehingga penting untuk terus melakukan upaya mitigasi untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Sebagai bagian dari langkah-langkah mitigasi, pemerintah setempat telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di enam desa yang terletak di wilayah pesisir pantai Selat Sunda bagian selatan. Desa-desa tersebut meliputi Carita, Caringin, Cigondang, Panimbangjaya, Cikeruhwetan, dan Sumberjaya, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di samping itu, tim mitigasi dan kesiapsiagaan juga telah dibentuk untuk memastikan langkah-langkah preventif dijalankan dengan baik. Riza menambahkan, komitmen mereka adalah untuk senantiasa siap membantu, terutama di wilayah pesisir, serta melakukan koordinasi dengan masing-masing desa. Dengan arahan dan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman, meskipun potensi ancaman bencana tetap ada. ANTARA