**Borneonews - Jakarta**, Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, memberikan analisis terhadap penampilan perdana dua pasangan baru, yakni Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin serta Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Keduanya berhasil mencapai semifinal dalam turnamen BWF Super 750 Japan Open 2024 yang berlangsung pada hari Sabtu.
Aryono menilai pencapaian ini cukup memuaskan, mengingat ini adalah kali pertama kedua pasangan tersebut bermain bersama. Meski demikian, ia menggarisbawahi adanya beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, mengingat terdapat perbedaan signifikan antara latihan dan pertandingan. "Dua pasangan ganda putra yang berhasil mencapai semifinal adalah pencapaian yang lumayan baik. Namun, mereka harus mengatasi kekurangan yang masih ada," jelas Aryono seperti yang tercantum dalam rilis singkat PP PBSI.
Lebih lanjut, Aryono mencatat bahwa meski komunikasi dan kerjasama antara kedua pasangan terbilang baik, mereka masih menemui kendala dalam hal penguasaan permainan. "Mereka masih sering terlambat dalam menentukan kapan seharusnya bergerak ke depan atau ke belakang," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa rotasi permainan kedua pasangan ini masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif.
Dari segi teknis, Aryono merasa kedua pasangan telah menunjukkan kemampuan yang cukup baik, namun mereka tetap memerlukan pematangan lebih lanjut. "Permainan di depan sangat penting dalam ganda putra. Servis dan penerimaan servis menjadi kunci. Dengan servis yang baik, mereka bisa mendominasi serangan terhadap lawan, karena kekuatan kita terletak pada serangan yang agresif," paparnya.
Aryono juga menjelaskan bahwa aspek pertahanan kedua pasangan telah terlihat baik, namun perlu ditingkatkan lagi dengan variasi permainan yang lebih banyak.
Sementara itu, kondisi berbeda dialami pasangan senior Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang terhenti di babak perempat final Japan Open 2024. Aryono mengungkapkan bahwa keduanya belum bisa menunjukkan penampilan terbaiknya, disebabkan kurangnya waktu persiapan setelah kembali dari Olimpiade Paris 2024. "Fajar dan Rian belum optimal karena persiapan yang tergesa-gesa. Selain itu, kondisi psikologis mereka juga belum sepenuhnya pulih setelah hasil yang mengecewakan di Olimpiade," tambahnya.
Menurut Aryono, mencapai perempat final tetap merupakan pencapaian yang cukup baik, meskipun performa keduanya belum ideal. "Keduanya harus segera fokus kembali, meskipun Rian juga sedang sakit flu," ujarnya.
Harapan Aryono adalah agar Fajar dan Rian dapat bangkit dari kekalahan ini dan memperlihatkan penampilan yang lebih baik dalam turnamen mendatang. "Setelah Olimpiade, mereka harus terus berlatih dan berjuang. Banyak kejuaraan penting menanti di depan," tutupnya.
ANTARA
Evaluasi Penampilan Ganda Putra Indonesia di Japan Open 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







