MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengungkapkan keyakinannya bahwa Kelurahan Manggala, yang terletak di Kecamatan Manggala, berpotensi besar untuk meraih kemenangan dalam Lomba Kelurahan Tingkat Regional yang diselenggarakan oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri. Dalam sambutannya pada acara Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan serta Klarifikasi Lapangan untuk Lomba Kelurahan, yang diadakan di Kelurahan Manggala, Ramdhan menyampaikan harapannya. Ia meyakini semangat masyarakat yang tinggi dapat mengantarkan mereka untuk sukses di tingkat nasional. Optimisme yang ditunjukkan oleh Ramdhan bukanlah tanpa dasar. Ia menilai bahwa banyaknya inovasi serta perubahan sosial yang terjadi, bersama dengan kekompakan luar biasa dari masyarakat setempat, merupakan faktor pendukung utama. Ia juga merasa bersyukur atas inovasi dan prestasi yang berhasil diraih oleh Kelurahan Manggala, yang dinilai dapat membawa mereka meraih kesuksesan di kompetisi kelurahan ini. Di hadapan Ketua Tim Penilai dari Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Dr. M. Sigit Andi Rahman, Ramdhan menekankan bahwa makna keberhasilan di Makassar tidak sekadar melibatkan partisipasi dari RT dan RW. Selama sepuluh tahun masa jabatannya, ia fokus dalam melakukan rekonstruksi sosial yang signifikan. Dalam konteks kelurahan, proses ini melibatkan pembentukan *local influencer*, seperti Dewan Lorong, serta menjangkau tokoh masyarakat, pemimpin karismatik, tokoh perempuan, hingga kaum milenial. Langkah-langkah ini terbukti membawa perubahan yang nyata dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah program Lorong Wisata, di mana lorong-lorong yang sebelumnya biasa saja, kini telah bertransformasi menjadi lokasi yang menarik dan produktif. Di seluruh wilayah, kini terdapat 21 konten di masing-masing lorong wisata yang berkontribusi dalam pemberdayaan dan meningkatkan sirkulasi ekonomi di masyarakat. Ramdhan juga menambahkan bahwa keterlibatan RT dan RW serta *local influencer* berperan dalam meningkatkan pendapatan daerah. Peningkatan insentif bagi RT dan RW pun menjadi program unggulan Ramdhan. Dia merencanakan untuk menaikkan insentif dari Rp75 ribu menjadi Rp1 juta setelah Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1 triliun, yang merupakan pencapaian signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya yaitu Rp500 miliar. Pada periode keduanya, Wali Kota yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitektur ini juga berencana menambah insentif hingga Rp2 juta jika PAD berhasil menembus Rp2 triliun. Ramdhan menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dan RT/RW dalam pembangunan kota. Ia berharap dengan inisiatif, insentif, dan semangat yang berbeda, semua target dapat tercapai dengan baik. ANTARA