SURABAYA –
**Borneonews - Bangkalan**, Pemerintah Kabupaten Bangkalan di Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah kekeringan yang sering terjadi pada musim kemarau dengan membangun fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau yang lebih dikenal dengan singkatan *Pamsimas*. Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang selama ini kurang terlayani. Kepala Bidang Infrastruktur dan Wilayah pada Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangkalan, Felgie Suryaprana, menyampaikan bahwa ada 12 titik yang menjadi fokus dalam program ini. Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada akhir pekan lalu. Desa-desa yang terlibat dalam proyek Pamsimas mencakup Desa Bates dari Kecamatan Blega, Desa Lerpak di Kecamatan Geger, serta Desa Gili Anyar di Kecamatan Kamal. Selain itu, Desa Manonggal dan Desa Bantean dari Kecamatan Klampis juga termasuk dalam daftar sasaran. Selanjutnya terdapat Desa Sokolilo Barat, Desa Labang, dan Desa Pangpong di Kecamatan Labang, serta Desa Pernajuh dari Kecamatan Socah. Tiga desa terakhir yang menjadi bagian dari inisiatif ini adalah Desa Soket Laok dari Kecamatan Tragah, Desa Lembung Gunong, dan Desa Ampara’an yang keduanya berada di Kecamatan Kokop. Felgie menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas Pamsimas tersebut didanai oleh bantuan pemerintah pusat. Pendanaan ini berlandaskan pada Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 775/KPTS/M/2024 mengenai Penetapan Lokasi Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat dari Direktorat Jenderal Cipta Karya. Proses pengerjaan proyek sudah dimulai setelah dilakukan sosialisasi kepada para aparat desa serta perwakilan masyarakat dari masing-masing desa yang terlibat. Setiap desa penerima manfaat dari program ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp445 juta. Anggaran tersebut terdiri dari Rp400 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan tambahan Rp45 juta dari kontribusi swadaya masyarakat. Sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang ada, dana yang diterima akan digunakan untuk berbagai kegiatan penting, antara lain pembangunan sumur bor, tandon air, pemasangan pompa, instalasi kelistrikan, pengadaan pipa, serta biaya uji laboratorium dan pelatihan. Diharapkan, melalui program Pamsimas ini, masyarakat desa yang terpengaruh oleh masalah kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih dapat merasakan manfaat yang signifikan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan masyarakat dengan memastikan mereka memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. ANTARA