JAYAPURA –
**Borneonews - Biak Numfor**, Dinas Pertanian Kabupaten Biak Numfor di Papua telah mempersiapkan program distribusi bibit tanaman cabai pada tahun 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat asli Papua, terutama di daerah terpinggirkan atau kampung-kampung, dalam upaya pengendalian inflasi yang semakin mengkhawatirkan. Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, Immanuel Naap, menyatakan bahwa penyediaan bibit cabai ini merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di daerah. "Bibit cabai yang kami sediakan berjumlah besar, untuk mendukung program pengendalian inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan lokal," ungkapnya saat memberikan keterangan di Biak pada hari Sabtu. Menurut Immanuel, penanaman bibit cabai telah dilakukan secara merata di berbagai kampung dan distrik, dengan kegiatan ini masih berlangsung belakangan ini. Di sejumlah lokasi, petani setempat telah berhasil menanam cabai yang kini sudah siap untuk dipanen dan dijual di pasar. Immanuel sangat berharap bahwa bibit tanaman yang dibagikan kepada para petani berasal dari kalangan orang asli Papua dapat tumbuh subur. "Kami berharap hasil panen tanaman cabai ini bisa memberikan keuntungan finansial bagi para petani dan keluarga mereka di kampung," tambahnya. Harapan yang sama juga ditujukan kepada petani OAP, agar mereka memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam cabai. Immanuel mengakui bahwa pemantauan pasar menunjukkan bahwa kebutuhan cabai untuk konsumsi masyarakat meningkat setiap harinya. "Produksi cabai oleh para petani di Biak diharapkan dapat memenuhi permintaan lokal, sehingga dapat berkontribusi dalam mencegah inflasi di Kabupaten Biak Numfor," jelasnya. Jumlah petani di kampung-kampung yang aktif menanam cabai untuk melayani kebutuhan pasar lokal terus bertambah. ANTARA