**Borneonews - Gorontalo**, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo telah menjalin kerja sama dengan Bank SulutGo untuk memfasilitasi penggunaan sistem pembayaran retribusi pelayanan pasar melalui *Quick Response Code Indonesian Standard* (QRIS).
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, memberikan apresiasi terhadap inisiatif dan inovasi yang diusung oleh Dinas Perindag. Ia menilai langkah ini sangat positif dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terhadap pendapatan daerah.
Haris mengungkapkan bahwa perubahan dan perkembangan yang terjadi saat ini, baik dari segi teknologi maupun digitalisasi, seharusnya mendorong masyarakat untuk beradaptasi dan membangun daerah dengan lebih efisien. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam menjalankan program-program pembangunan.
"Kerja sama dengan sektor swasta seperti ini perlu terus didorong. Pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri, kolaborasi menjadi kunci karena dapat mempercepat proses pengembangan di daerah ini," kata Haris.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini harus menghasilkan dampak yang jelas. Haris berharap ada perbandingan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah implementasi QRIS dalam pengelolaan pendapatan daerah.
"Apabila tidak ada peningkatan pendapatan, berarti kita mengalami kegagalan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Teknologi seharusnya mempermudah pekerjaan kita dan meningkatkan etos kerja, termasuk dalam aspek pendapatan," ujar Haris.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dukungannya akan terus diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkomitmen untuk melakukan inovasi demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
ANTARA
Pemkab Gorontalo dan Bank SulutGo Luncurkan Pembayaran QRIS
Bagikan:

GORONTALO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







