SEMARANG –
**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Provinsi Jawa Tengah semakin mengintensifkan upaya untuk mencegah stunting dan menurunkan angka kematian ibu dan anak melalui program yang dikenal dengan nama "Ngemil Rengginang" atau lebih dikenal sebagai *Ngluru ibu hamil berisiko nang Pekalongan*. Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menyampaikan bahwa pemkab telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada 100 ibu hamil serta 100 balita yang mengalami masalah gizi. Selain itu, bantuan juga berupa sepeda motor diserahkan kepada puskesmas setempat untuk mendukung pelayanan kesehatan. Fadia menggarisbawahi bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya menurunkan angka kematian di kalangan ibu dan bayi, serta pentingnya pemantauan kesehatan kehamilan sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap gizi anak-anak di daerah tersebut. Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan pendataan yang melibatkan petugas penyuluh keluarga berencana serta pendampingan keluarga. Data yang diperoleh digunakan untuk mengidentifikasi anak-anak yang termasuk dalam kategori stunting. "Dari data tersebut, kami dapat memberikan bantuan yang tepat sehingga lebih efektif sasaran, terutama bagi anak-anak yang terindikasi mengalami stunting, khususnya dari keluarga yang kurang mampu," urai Fadia. Lebih lanjut, ia mengajak para ibu hamil untuk secara teratur memeriksakan kesehatan kandungannya ke puskesmas atau rumah sakit. Ibu hamil diminta untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis yang disediakan pemerintah daerah melalui program *Universal Health Coverage* (UHC). "Untuk ibu hamil, sangat penting untuk menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin agar kondisi kesehatannya dapat dipantau dan dapat bersiap jika ada hal-hal yang diperlukan menjelang persalinan," tutupnya. ANTARA