**Borneonews - Manado**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa wilayah Sulawesi Utara berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang kemungkinan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi di Manado, Ben A Molle, menyampaikan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut diperkirakan akan disertai kilat dan angin kencang. Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, dia menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung sampai tanggal 26 Agustus 2024.
Molle juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor ketika beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut. Penting bagi masyarakat untuk selalu memantau perkembangan kondisi cuaca.
Pada tanggal 24 Agustus 2024, potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi di beberapa daerah, antara lain Kota Manado, Kota Tomohon, serta Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Bolaang Mongondow Selatan.
Selanjutnya, pada tanggal 25 Agustus 2024, diperkirakan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang akan berpotensi melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan. Pada tanggal 26 Agustus 2024, fenomena cuaca ekstrem tersebut diramalkan akan meluas ke Kota Tomohon, serta Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan.
BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca ekstrem melalui saluran-saluran komunikasi yang resmi dan dapat dipercaya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap terinformasi dan siap menghadapi potensi bencana.
ANTARA
Waspadai Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara hingga 26 Agustus 2024
Bagikan:

MANADO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







