JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kompetisi olahraga yang sedang berkembang pesat, baik di tingkat nasional maupun internasional, memberikan kesempatan bagi para pelaku industri domestik untuk memperluas penyerapan produk mereka di pasar. Agus menjelaskan bahwa lonjakan aktivitas olahraga di kalangan masyarakat merupakan peluang berharga untuk mendukung *brand* lokal dari industri dalam negeri. Hal ini terutama berlaku bagi produsen yang bergerak di bidang pakaian dan perlengkapan olahraga, sehingga mereka dapat bersaing dengan produk-produk yang berasal dari luar negeri. Menurutnya, salah satu sektor yang menunjukkan potensi besar untuk berkembang melalui peningkatan kompetisi olahraga adalah industri perlengkapan olahraga, yang mencakup sepatu, pakaian, dan perlengkapan olahraga lainnya. Peluang ekspansi pasar bagi pelaku industri di sektor ini dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan berbagai momen olahraga, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Indonesia Basketball League (IBL), dan kompetisi internasional seperti *FIFA World Cup*. Momen-momen tersebut dapat menjadi ajang untuk memperluas penjualan ke pasar non-tradisional. Kementerian Perindustrian mencatat bahwa sepatu olahraga termasuk dalam sembilan produk dari industri pengolahan non-migas yang memberikan kontribusi ekspor yang signifikan. Untuk periode Januari hingga Mei 2024, kontribusi ekspor sepatu olahraga mencapai 1,86 miliar dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 1,04 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (*year on year/yoy*). Agus juga menyatakan bahwa saat ini terdapat 65 unit usaha industri perlengkapan olahraga dengan skala besar dan menengah, yang menyerap tenaga kerja sekitar 12 ribu orang. Kinerja ekspor untuk sektor ini pada periode yang sama mencapai 107,4 juta dolar AS. Lebih lanjut, Menperin menekankan pentingnya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mendukung perkembangan industri olahraga. Ia mengajak masyarakat untuk lebih memilih produk merek lokal dan menghindari pembelian produk luar negeri yang merupakan versi bajakan dengan harga murah. "Kita harus terus menerus mengampanyekan semangat Bangga Buatan Indonesia di semua sektor, terutama di sektor olahraga," ungkap Agus. ANTARA