BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Masyarakat anti fitnah Indonesia (Mafindo) yang beroperasi di wilayah Aceh meluncurkan inisiatif edukasi mengenai literasi digital untuk 100 orang lanjut usia (lansia) yang berada di Gampong Ilie, Kota Banda Aceh. Program ini dikenal dengan nama Akademi Digital Lansia (ADL). Kegiatan yang berlangsung bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para lansia mengenai cara mengenali dan menghindari penyebaran informasi yang salah atau hoaks. Korwil Mafindo Aceh, Destika Gilang Lestari, menekankan pentingnya program ini agar para lansia tidak hanya terhindar dari menjadi korban hoaks, tetapi juga tidak terlibat dalam penyebarannya. Edukasi yang diusung dengan tema "Bersama Bugar Digital" tidak hanya mengedukasi tentang hoaks. Namun, juga mencakup pemahaman tentang berbagai modus penipuan yang marak terjadi melalui media digital. Peserta diharapkan dapat menjadi lebih sadar terhadap risiko yang ada di dunia maya. Lebih jauh, sambung Gilang, para peserta diharapkan dapat berperan aktif dalam menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2024. Upaya ini termasuk memastikan diri mereka terdaftar sebagai pemilih yang sah serta tidak ikut menyebarkan informasi yang menyesatkan, demi menciptakan suasana Pilkada yang damai dan demokratis. Di sisi lain, Keuchik Gampong Ilie, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa penyebaran hoaks dan praktik penipuan melalui media sosial telah menjadi isu yang cukup serius di Aceh. Ia mengungkapkan bahwa banyak lansia, terutama perempuan, menjadi korban dari jenis penipuan ini. Contohnya adalah modus penipuan yang menjanjikan hadiah uang dalam jumlah besar, yang mengharuskan korban untuk mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Kegiatan edukasi ini diharapkan bisa memberikan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan bagi para lansia untuk dapat membedakan antara berita yang benar dan yang hoaks, sehingga mereka dapat dilindungi dari berbagai ancaman yang muncul di dunia digital. ANTARA