**Borneonews - Jakarta**, Duta Iklim Denmark menekankan pentingnya peninjauan tahunan terhadap target pengurangan emisi karbon. Hal ini disampaikan oleh Christensen dalam acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2024 yang bertemakan S.O.S Neraka Bocor: *Climate Avengers Assemble!* yang diselenggarakan oleh *Foreign Policy Community of Indonesia* (FPCI) di Jakarta.
Christensen menjelaskan bahwa tinjauan setiap lima tahun dinilai tidak cukup untuk memastikan bahwa sebuah negara bergerak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. "Anda sebenarnya perlu meninjaunya setiap tahun," ujarnya. Menurutnya, Denmark melakukan evaluasi tahunan terkait berbagai skenario dampak pengurangan emisi, mencakup aspek transportasi, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (*Carbon Capture and Storage*), serta pengelolaan limbah dan energi.
Setiap tahun, Pemerintah Denmark menyusun rencana program iklim yang dipresentasikan di hadapan parlemen dan disampaikan kepada publik. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mengurangi emisi. Dijelaskan oleh Christensen, Denmark memiliki Dewan Iklim Nasional yang terdiri dari para ekonom dan ilmuwan independen. Dewan tersebut memberikan penilaian kritis terhadap program iklim yang diajukan.
"Mereka mengoyak program itu. Mereka memberi tahu menteri bahwa dia tidak mampu melakukan apa pun dengan benar. Mereka memberi tahu kami, para pegawai negeri, bahwa kami malas dan bahwa kami tidak cukup berupaya," ungkap Christensen. Berlandaskan kritik tersebut, Pemerintah Denmark kemudian mengajukan program baru setiap tahun hingga 2030, sebagai langkah untuk memastikan bahwa target pengurangan emisi tercapai.
Christensen menambahkan bahwa Denmark juga menerapkan sebuah kerangka kerja yang mendukung masyarakat serta sektor swasta untuk beroperasi dengan cara yang dapat memenuhi target pengurangan emisi. Dia mengatakan bahwa para pelaku bisnis di Denmark tidak memandang kerangka kerja ini sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar global. "Mereka percaya ini memberi mereka keuntungan karena mereka akan menjadi perusahaan yang paling efisien dengan teknologi tingkat tinggi, terlepas dari sektor yang mereka jalani," imbuhnya.
Lebih lanjut, Christensen mengungkapkan bahwa lima tahun setelah pengesahan Perjanjian Paris (*Paris Agreement*), Denmark menetapkan target pengurangan emisi sebesar 70 persen untuk tahun 2030. Target tersebut ditetapkan karena Denmark sudah mulai melakukan pengurangan emisi sejak tahun 1997. Angka pengurangan emisi ini juga menjadi acuan umum yang digunakan oleh Uni Eropa, di mana negara-negara Eropa menyerahkan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (*Nationally Determined Contribution* atau NDC) secara kolektif sebagai bagian dari Uni Eropa.
"Namun, setiap negara anggota UE wajib menyerahkan kontribusi mereka kepada UE, dan inilah kontribusi kami, yaitu pengurangan emisi sebesar 70 persen," tutur Christensen. Dengan berbagai langkah tersebut, Denmark berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.
ANTARA
Denmark Anjurkan Peninjauan Tahunan Target Pengurangan Emisi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







