BORNEONEWS, Kotim - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Jhon Krisli menyetujui rencana pendirian Universitas Sampit. Minimnya perguruan tinggi, terutama yang berstatus negeri di Kabupaten Kotim, secara tidak langsung berdampak pada permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah ini. Salah satu cara membangun dan meningkatkan kualitas SDM, dengan mendirikan Universitas Sampit.

“Bertambahnya universitas, tentu akan berdampak pada meningkatnya SDM di Kotim. Saya sebagai Ketua DPRD tentu setuju dengan adanya wacana tersebut, dan berharap dapat terealisasi,” ungkap Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli kepada pers, di ruang kerjanya, Kamis (30/6/2016).

Sebagai salah satu kabupaten yang maju di Kalimatan Tengah, menurut Jhon, Kotim memang perlu memiliki sebuah universitas untuk menghasilkan tenaga profesional lokal. Dengan adanya Universitas Sampit nantinya diharapkan mampu membantu mendrongkrak permasalahan pembangunan di Kotim, yang masih terus membutuhkan peningkatan SDM.

Jhon mengatakan, dampak positif lainnya adalah lulusan SMA sederajat di daerah Kotim dan sekitarnya yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas tidak perlu jauh-jauh ke Palangka Raya, Banjarmasin, ataupun ke Pulau Jawa.

Apalagi bagi pelajar di daerah pedalaman, adanya universitas negeri sangat membantu. Sebab wadah untuk melanjutkan pendidikan dapat dijangkau dengan mudah, tanpa harus meninggalkan kampng halaman.

“Beasiswa yang didapatkan juga bisa digunakan secara maksimal untuk membiayai kuliah. Sehingga tidak terpotong oleh biaya hidup jika harus kuliah ke luar daerah,” kata dia. (M. RIFQI/N).