DENPASAR –
**Borneonews - Badung**, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, dalam acara Muktamar PKB 2024 menyatakan komitmen partainya untuk memperjuangkan derajat ibu dan perempuan. Ia menekankan pentingnya pemuliaan wanita demi menciptakan kesejahteraan keluarga yang lebih baik. Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, mengungkapkan bahwa PKB akan terus berupaya memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia percaya bahwa perhatian yang diberikan kepada kaum ibu dan perempuan akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa. Salah satu wujud konkret dari perhatian PKB terhadap isu-isu perempuan adalah kolaborasi dengan berbagai tokoh perempuan yang terlibat dalam pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024, yang mengatur tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Menurutnya, undang-undang ini bukan hanya sekadar dokumen, tetapi juga merupakan produk demokrasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama para ibu. Dalam pandangannya, kemajuan bangsa Indonesia sangat tergantung pada kekuatan perempuan. Cak Imin menekankan bahwa jika ibu dan perempuan diberdayakan, maka Indonesia berpotensi untuk berkembang lebih jauh lagi. Selain isu-isu yang berkaitan dengan ibu dan perempuan, PKB juga menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di daerah perkotaan. Muhaimin berpendapat bahwa dengan membangun desa, pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat lebih cepat terwujud. Dalam Muktamar PKB 2024, salah satu agenda utama yang dibahas adalah upaya untuk memenangkan kader-kader PKB dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang. Cak Imin menyatakan bahwa kader-kader serta tokoh-tokoh yang akan diusung merupakan calon pemimpin baru yang siap untuk menyejahterakan dan membahagiakan warga. Muktamar PKB 2024 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2024, dengan tema "PKB Solusi Bangsa". Cak Imin berharap melalui forum ini, PKB dapat benar-benar hadir dan memberikan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia. ANTARA