DENPASAR –
**Borneonews - Badung**, Koordinator Lapangan Aksi Gerakan Penyelamat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andi Sutomo, mengungkapkan bahwa pada hari kedua Muktamar PKB, sebanyak 3.000 massa dijadwalkan untuk melakukan unjuk rasa. Massa yang akan hadir berasal dari berbagai daerah, termasuk luar Bali, seperti Jawa Timur, Sumatera Utara, Padang, Makassar, serta sejumlah kader lokal dari Bali sendiri. Andi menjelaskan bahwa jumlah peserta aksi kali ini jauh lebih besar dibandingkan hari pertama Muktamar PKB. Namun, hingga malam hari, mereka mengalami kesulitan untuk melewati barikade yang telah disiapkan oleh aparat kepolisian dan pecalang. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari unjuk rasa ini adalah untuk menuntut pembubaran Muktamar PKB 2024 serta mengembalikan partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar kepada jalur pendirian yang semestinya, di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Direncanakan, ribuan massa aksi akan berkumpul di area Lagoon ITDC Nusa Dua, yang merupakan pintu masuk utara menuju lokasi utama kongres PKB, yaitu di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Ia menjelaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mengacaukan sektor pariwisata di Bali, melainkan untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai konstituen PKB. Andi menambahkan, untuk itu, massa aksi akan berusaha menciptakan suasana yang menyadarkan aparat bahwa keributan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu industri pariwisata Bali. "Kami tetap akan menyuarakan aspirasi kami, apakah ada ruang atau tidak. Jika diberikan ruang, itu akan lebih aman, karena tujuan kami adalah menyampaikan aspirasi sebagai kader dan simpatisan," ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Polresta Denpasar Kombespol Wisnu Parabowo mengonfirmasi bahwa setelah aksi pertama dibubarkan, pengawalan untuk hari kedua tetap akan dilakukan. Polisi berkomitmen untuk menjaga keamanan selama Muktamar PKB 2023 di Bali berlangsung. ITDC, sebagai kawasan pariwisata dan objek vital, tidak boleh terganggu, sehingga pihak keamanan tidak memberikan izin kepada perwakilan massa untuk masuk. "Intinya, kami dari pihak pengamanan tidak akan membolehkan mereka masuk, karena kami berada di dalam operasi yang telah ditentukan dalam ring III dan ring II. Kegiatan ini juga dilaksanakan di hadapan wakil presiden dan melibatkan Paspampres, sehingga tidak ada satu pun diizinkan untuk masuk," tegas Kombespol Wisnu. ANTARA