TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tanjung Selor**, Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) telah menyiapkan lebih dari 2.000 personel untuk memastikan keamanan dan kelancaran seluruh tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Langkah ini diambil demi memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas mereka. Jumlah personel yang ditugaskan ini termasuk dari lima Polres yang ada di wilayah Kaltara. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Operasional Polda Kaltara, yang menjelaskan bahwa pengamanan akan melibatkan kerjasama dengan TNI. Terdapat juga tambahan dukungan sebanyak 300 personel dari TNI, belum termasuk anggota Kodim yang tersebar di berbagai lokasi di provinsi tersebut. Mulai Senin, 26 Agustus 2024, Polda Kaltara bersama dengan unsur TNI dan pihak terkait lainnya akan mengimplementasikan Sistem Pengamanan Kota atau *Sispamkota*. Upacara pembukaan operasi ini akan menandai dimulainya pengamanan untuk tahapan Pilkada yang telah direncanakan, yang dinamai Operasi Mantap Praja Kayan 2024. Pengamanan yang dilakukan akan mengikuti jadwal dan tahapan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satu tahapan penting adalah pendaftaran pasangan calon yang akan dilaksanakan dari tanggal 27 hingga 29 Agustus 2024. Untuk pengamanan acara ini, minimal 30 personel dikerahkan untuk menjaga dan mengamankan lokasi, serta satu regu dari Direktorat Lalu Lintas untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar kantor KPU Kaltara. Polda Kaltara juga menekankan bahwa jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika misalnya terdapat banyak pendukung calon, maka jumlah personel yang ditugaskan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan. Dalam rangka pengamanan Pilkada, sejumlah satuan tugas (Satgas) telah dibentuk, antara lain Satgas Preventif, Fungsi Intelijen, dan Satgas Tindak. Fungsi Bimbingan Masyarakat (Binmas) akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Selain itu, Patroli rutin akan dilakukan bersama TNI dengan tujuan memberi rasa aman kepada masyarakat. Kombes Pol. Yohanes Jalung Siram juga memastikan bahwa Satgas tersebut akan aktif selama masa kampanye pilkada. Adapun mengenai pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Polda Kaltara akan mengimplementasikan skema pengamanan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing TPS. Satu personel Polri akan mengawasi empat TPS yang dinyatakan Tidak Rawan, sementara dua personel akan bertanggung jawab untuk TPS yang termasuk dalam kategori Rawan, dan empat personel akan ditempatkan di TPS yang dianggap Sangat Rawan. Penilaian kerawanan ini dilakukan berdasarkan berbagai faktor, termasuk jarak dan kondisi lingkungan sekitar. Lebih lanjut, Polda Kaltara juga telah melaksanakan patroli siber guna memantau perkembangan informasi di media sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Tim Siber dari Direktorat Kriminal Khusus dan Reserse Kriminal siap membantu dalam mengidentifikasi sumber informasi yang meresahkan tersebut, dengan harapan dapat mencegah situasi yang tidak diinginkan. ANTARA